Home > METRO BERITA > 1.433 Petani Semarang Bisa Beli Pupuk Subsidi Pakai Kartu Tani

1.433 Petani Semarang Bisa Beli Pupuk Subsidi Pakai Kartu Tani

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 1.433 petani di Kota Semarang menerima Kartu Tani dari Pemprov Jateng yang bekerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Kartu ini bisa untuk membeli pupuk bersubsidi sekaligus transaksi keuangan.

Pimpinan BRI Cabang Semarang serahkan secara simbolis Kartu Tani untuk petani kepada Wali Kota Semarang di balai kota, Kamis (12/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Pemberian Kartu Tani ini serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng yang dipusatkan di Kabupaten Magelang.
Sebagai penyedia layanan Kartu Tani,
Pimpinan BRI Cabang Semarang Agus Raharjo menyerahkan simbolis kartu tani ke Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota, Kamis (12/1). Dalam kesempatan ini juga disimulasikan cara penggunaan kartu oleh petani.

Agus Raharjo mengatakan, total ada 1.433 Kartu Tani yang akan diberikan kepada petani di Semarang. Dari jumlah itu sebanyak 231 sudah didistribusikan pada tahap pertama minggu lalu.

Kartu Tani ini bisa dimanfaatkan tidak sekadar untuk membeli pupuk. Tapi kartu ini bisa sekaligus dimanfaatkan juga untuk mengambil uang.

“Jadi di samping untuk ATM bisa untuk pembelian pupuk yang bersubsidi. Dengan syarat saldonya ada,” katanya.

Pemegang Kartu Tani bisa membeli pupuk bersubsidi di pengecer yang menjadi mitra BRI. Petani harus membeli pupuk tersebut di pengecer yang sudah mencatat namanya. Yakni di pengecer yang terdekat di wilayah tempat tinggalnya.

Sumardi, petani dari Gunungpati mengatakan, per tahun dirinya membutuhkan 1,2 ton pupuk untuk lahan sawahnya seluas 3000m2. Selama ini pupuk yang dibelinya juga bersubsidi. “Tapi dengan Kartu Tani sekarang membeli pupuk berubsidi lebih praktis,” katanya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memaparkan, Semarang kota metropolitan yang berusaha tetap untuk mempertahankan keberadaan sawah. Jumlah petani di Semarang saat ini jika dengan pemilik tegalan dan lainnya ada 20 ribuan. Tapi petani yang menggarap lahan sawah ada 2.800an. Sedangkan petani yang memiliki lahan sawah sendiri ada 1.433. Jumlah inilah yang menerima Kartu Tani sesuai ketentuan.

“Kelebihannya, cara pembelian gampang, dapat subsidi, dan terhindar dari pidana. Sebab subsidi pupuk selama ini sering terjadi persoalan seperti salah kirim, dan lain-lain. Harapan pengelolaan pertanian lebih maksimal dan hasilnya lebih banyak,” katanya.

Pemkot akan terus memberikan perhatian kepada petani agar lebih maju.
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Rusdiana menambahkan, ada 29 pengecer mitra BRI di 9 kecamatan yang siap melayani petani pemegang kartu tani. Seperti di Kecamatan Mijen, Ngaliyan, Gunungpati dan lainnya yang masih punya potensi pertanian.

Penerima Kartu Tani sementara ini adalah petani yang punya lahan sawah bersertifikat. “Sisa petani yang blum diharapkan juga akan mendapatkan kartu tani di 2018,” katanya. (duh)

Tinggalkan Balasan