Home > METRO BERITA > 1 Juni, Warga Semarang Peringati Hari Lahir Pancasila

1 Juni, Warga Semarang Peringati Hari Lahir Pancasila

METROSEMARANG.COM – Sejumlah elemen masyarakat Semarang memperingati Hari Lahir Pancasila dengan berbagai cara, salah satunya menggelar aksi refleksi di Bundaran Tugu Muda serta menyaksikan pemutaran film dokumenter Pantja Sila.

Refleksi peringatan Hari Lahir Pancasila di bundaran Tugu Muda, Kamis (1/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Di Universitas Negeri Semarang (Unnes) Sekaran Gunungpati, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghadiri rangkaian pemutaran film Pantja Sila bersama mahasiswa setempat.

Ganjar berbincang-bincang tentang Pancasila dengan didampingi salah satu aktor pemeran Muhammad Yamin di film Pantja Sila, Teuku Rifnu Wikana.

Pantja Sila merupakan film dokumenter yang disutradarai Tino Saroengallo dan Tyo Pakusadewo. Di film ini, Tyo berperan sebagai Ir Soekarno.

Ganjar menyebut Pantja Sila sebagai film yang sangat serius. Selama satu setengah jam, film hanya berisi pidato Soekarno pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK).

“Meski bukan film populer tapi tetap dibutuhkan karena mampu menjelaskan utuh pemikiran Soekarno ketika mencetuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia,” kata Ganjar.

Pada film tersebut, terdapat narasi yang menceritakan sidang BPUPK maupun Soekarno ketika berpidato menjelang kelahiran Pancasila.

“Film sebagai metode pendidikan yang efektif,” bebernya. Pihaknya menggarisbawahi bahwa sila kelima sebagai pengikat kesatuan bangsa.

“Keadilan sosial mengapa ditaruh terakhir. Hari ini kalau pemimpin tidak ada adil maka akan memunculkan ketidakpuasan golongan, memberontak, disintegrasi,” jelasnya.

Teuku Rifnu Wikana mengagumi Soekarno sebagai pencetus Pancasila. Sosoknya Soekarno, bagi Rifnu, menguasai banyak bahasa, pemahaman ideologi berbagai bangsa, dan pengetahuan bernegara yang luar biasa.

Sedangkan di Tugu Muda, puluhan aktivis pro kemanusiaan bersama tokoh lintas agama juga menggelar refleksi Hari Lahir Pancasila. Mereka mengibarkan sang Merah-Putih ditengah hujan yang mengguyur Semarang.

Aksi refleksi Hari Lahir Pancasila diikuti sejumlah lembaga mulai Persaudaraan Lintas Agama, LBH Semarang, Gusdurian, eLSa dan ragam organisasi lainnya. (far)