Home > METRO BERITA > METRO JATENG > ’10 Juta Orang Indonesia jadi Zombie Narkoba, Malaikat Tinggal Cabut Nyawa’

’10 Juta Orang Indonesia jadi Zombie Narkoba, Malaikat Tinggal Cabut Nyawa’

METROSEMARANG.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso mensinyalir bahwa aksi peredaran narkotika di Indonesia kini sudah menyeluruh. Diperkirakan pula, saat ini dari 150 juta warga Indonesia yang jadi pengguna barang laknat itu, terdapat 10 juta orang di antaranya yang menjadi pecandu.

Relawan antinarkoba Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Relawan antinarkoba
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Diprediksi, yang sudah menjadi zombie narkotika ada 10 juta. Jadi tinggal tunggu malaikat datang cabut nyawa. Buktinya, ada 40-50 warga Indonesia meninggal dunia setiap hari,” ungkap Buwas, sapaan akrabnya di depan awak media, Kamis (25/8).

Namun untungnya, kata Buwas, petugasnya dibantu polisi sepanjang tahun lalu mampu menyelamatkan enam ton narkotika jenis sabu. Dalam hitung-hitungannya, enam ton sabu yang disita petugasnya, sama saja menyelamatkan nyawa 30 juta orang Indonesia.

“Sebab satu gram digunakan lima orang,” tuturnya, seraya menambahkan bahwa enam ton sabu itu hanyalah sebagian kecil dari jumlah barang jahanam yang beredar di penjuru negeri ini.

“Itu 20 persen dari yang beredar. Berarti 30 ton sabu yang beredar di Indonesia. Artinya ada 150 juta manusia Indonesia yang mengkonsumsi narkotika,” paparnya dengan menggambarkan secara rinci narkoba yang beredar saat ini.

Ia menyatakan, narkoba merupakan tindak kejahatan yang jauh lebih berbahaya dari aksi terorisme. “Tujuh orang meninggal karena teror, se-Indonesia ribut bahkan dunia. Tapi narkoba, 40 sampai 50 orang meninggal dunia setiap hari kita tidur nyenyak,” jelasnya.

Karena itulah, ia menganggap eksekusi mati gembong narkoba Fredy Budiman jadi tindakan yang tepat. Fredy, baginya merupakan pelaku pembunuhan massal.

“Fredy betul-betul melakukan pembunuhan massal ratusan ribu manusia. Tapi ketika dieksekusi malah dibela, dijadikan pahlawan,” cetusnya. (far)