Home > METRO BERITA > 14 Armada BRT Tidak Lolos Uji Emisi

14 Armada BRT Tidak Lolos Uji Emisi

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 14 kendaraan BRT Trans Semarang tidak lolos uji emisi saat dilalukan sidak pemeriksaan oleh Dinas Perhubungan di shelter Jalan Pemuda, Jumat (16/6). Selain itu satu kendaraan BRT kondisi remnya rusak hanya diganjal memakai kawat bendrat dan ditali.

Uji emisi armada BRT, Jumat (16/6). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepekatan asap belasan kendaraan itu diketahui di atas batas normal maksimal 70%. Bahkan ada satu kendaraan yang sampai 99,9% yakni BRT di koridor II nomer lambung 12. Ada satu kendaraan BRT yang kepekatannya hanya 69%, tapi disarankan operatornya harus memperbaiki kondisi mesin.

”Yang kita periksa hanya koridor I sampai V, karena koridor VI tidak lewat Jalan Pemuda. Di koridor 5 yang baru dilaunching bulan Maret juga ada satu kendaraan nomter lambaung 001 emisinya di angka 74%, artinya tidak lolos,” kata Plt Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Dishub Kota Semarang, Ade Bhakti.

Secara keseluruhan ada 25 kendaraan BRT yang diperiksa dalam sidak kali ini. Sebab sidak ini rutin dilakukan, terakhir pada pertengahan Maret lalu. Ditambahkan, satu kendaraan BRT juga ditemukan kondisi remnya rusak. Diganjal memakai kawat bendrat dan ditali.

”Supirnya sudah langsung diperingatkan memperbaiki, tapi katanya sebenarnya sudah disampaikan ke operator sebulan lalu tapi belum juga diperbaiki,” katanya.

Serta pihaknya juga menegur dan meminta beberapa kendaraan BRT untuk mengembalikan posisi knalpot ke belakang. Sebab beberapa kendaraan BRT knalpotnya dipindah ke samping dengan alasan menghindari rob.

”Itu di beberapa BRT koridor II dan III, tapi karena saat ini sudah tidak rob kami minta operator untuk mengembalikan posisi knalpot di belakang,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang Mukhammad Khadik mengatakan, pihaknya segera memberikan surat teguran kepada semua operator BRT untuk memperbaiki gas buangnya. Sebab asap knalpot yang terlalu pekat mengganggu pengguna kendaraan lainnya.

”BRT ini kan mesinnya mesin diesel, menggunakan bahan bakar solar dan kemungkinan gas buangnya harus kita kontrol secara rutin,” katanya. (duh)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link