Home > METRO BERITA > 15 Bidang Tanah Wakaf Ikut Terkena Proyek Tol Semarang-Batang

15 Bidang Tanah Wakaf Ikut Terkena Proyek Tol Semarang-Batang

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 15 bidang tanah wakaf di Kota Semarang ikut terkena proyek jalan tol Semarang-Batang. Tersebar di Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat.

Warga mengikuti sosialisasi Pengadaan Tanah (TPT) untuk Pembangunan Jalan Tol Ruas Batang-Semarang II di aula Kelurahan Purwoyoso, Jumat (16/10/2015). Foto: metrosemarang.com/dok
Warga mengikuti sosialisasi Pengadaan Tanah (TPT) untuk Pembangunan Jalan Tol Ruas Batang-Semarang II di aula Kelurahan Purwoyoso, Jumat (16/10/2015). Foto: metrosemarang.com/dok

Kasubsi Pengaturan Tanah Pemerintah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Wibowo Suharto mengatakan, proyek tol Semarang-Batang juga mengenai tanah wakaf selain melewati permukiman warga, perkantoran dan sekolah.

”Sebagai gantinya, saat ini sedang dilakukan mekanisme penunjukan Nadzir (pengelola tanah wakaf-red) yang baru,” katanya, Selasa (22/11).

Dikatakan, Surat Keputusan pergantian Nadzir dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) sudah ada di Kecamatan Ngaliyan dan Semarang Barat. Selanjutnya, para Nadzir akan diundang untuk berkoordinasi sekaligus pengajuan permohonan pencatatan penggantian Nadzir.

Setelah Nadzir yang baru ditunjuk, selanjutnya Nadzir mengusulkan penggantian harta wakaf baru. ”Misalnya tanah yang diusulkan Nadzir yang baru itu ada tanah dan bangunan, contohnya masjid atau mushola, maka masjid atau mushola tersebut juga menjadi harta benda wakaf baru yang harus dibayar pula,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Prasetyo mengatakan, di Kota Semarang terdapat 15 bidang tanah wakaf yang harus dibebaskan dan diganti dengan tanah wakaf yang baru.

Di Kecamatan Ngaliyan ada 14 bidang tanah wakaf, dan Semarang Barat tepatnya di Kelurahan Kembangarum ada 1 bidang. Adapun dana yang dibutuhkan untuk proses penggantian tanah wakaf sudah disiapkan namun nominalnya belum boleh diungkap ke publik. Diharapkan semua penggantian tanah wakaf itu bisa selesai tahun ini. (duh)