Home > METRO BERITA > METRO JATENG > 2.024 Desa di Jawa Tengah Rawan Longsor

2.024 Desa di Jawa Tengah Rawan Longsor

METROSEMARANG.COM – Tingginya curah hujan saat ini memicu rawannya terjadi bencana beberapa wilayah di Jawa Tengah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memetakan 2.024 desa di 35 kabupaten/kota berpotensi terjadi longsor.

Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok basarnas

“Yang sudah terpetakan mendasari daerah-daerah yang memang secara topografi dan geografi berpotensi rawan bencana longsor,” kata Kepala Seksi Pencegahan BPBD Jateng, Agus Purwanto, Kamis (19/1).

Beberapa wilayah dengan potensi tinggi yakni Cilacap, Brebes, Tegal. Banyumas, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Batang, Kendal, Temanggung, dan Wonosobo.

Sementara di Semarang sendiri beberapa wilayah yang rawan akan terjadinya longsor yakni Semarang Selatan, Candisari, Ngaliyan, Gunungpati, Gajahmungkur, Banyumanik dan Tembalang. “Gubernur sudah mengeluarkan surat keputusan tentang siaga darurat sampai Maret nanti,” imbuhnya.

Sebagai antisipasi atau persiapan akan terjadinya bencana, BMKG telah melaksanakan siaga darurat sejak 15 Oktober 2016 lalu hingga 31 Maret 2017 nanti. Siaga darurat ini difokuskan kepada angin, banjir, dan longsor.

Sementara itu seminggu kedepan hujan di semarang masih akan terjadi hampir setiap hari. “Di Semarang sendiri curah hujan yang tertinggi di daerah Semarang Selatan,” ujar Arif Nurhidayat, Prakirawan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

Untuk kondisi cuaca di Januari saat ini memang tergolong normal. “Kalau Januari jarang hujan justru ada sesuatu, atau bisa jadi curah hujan lebih lebat dari normalnya ya melebihi ambang batasnya itu bisa dikatakan ekstrem, namun untuk Januari tahun ini masih dalam kategori normal,” ucapnya.

Diprediksi musim peralihan akan terjadi di bulan Maret-April mendatang, dan diperkirakan akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei mendatang. (fen)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link