Home > METRO BERITA > 25 Anggota Paskibra Semarang Dikukuhkan

25 Anggota Paskibra Semarang Dikukuhkan

image
Ilustrasi Paskibra. Foto Metro/MS-08

SEMARANG – Sebanyak 25 pasukan inti pengibar bendera (Paskibra) Kota Semarang 2014 dikukuhkan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Jumat (15/8/2014). Bertempat di Ruang Loka Krida Lantai VIII, Gedung Mr Moch Ihsan, Balai Kota Semarang.
 
Pasukan Paskibra ini terdiri dari kelompok 17, yakni pasukan pengiring atau pemandu. Dan kelompok 8 yakni tim pembawa atau tim inti. Sedangkan untuk kelompok 45 sebagai pasukan pengawal, akan dilaksanakan oleh pasukan militer Yonkaf 2/ tank Ambarawa.
 
Paskibra Kota Semarang 2014 ini akan bertugas pada pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-69 RI tingkat Kota Semarang yang akan dilaksanakan di halaman Balaikota Semarang, Minggu (17/8/2014) lusa.    
 
Sebanyak 25 anggota Paskibra ini merupakan siswa siswi SMA, SMK negeri dan swasta yang lolos seleksi Paskibra Kota Semarang. Sebelumnya, mereka menjalani seleksi yang dimulai sejak awal bulan Mei lalu. Setelah melalui seleksi ketat yang dikomandoi tim gabungan Kodim 0733 BS, Dinsospora, psikolog, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Semarang, akhirnya terpilih 25 orang tersebut.
 
‘’Seleksi Paskibra terdiri dari penyisihan administrasi, tes fisik, ketrampilan serta psikotes,’’ kata Kepala Dinas Sosial Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang, Tri Supriyanto.
 
Petugas pengibar, pembawa, dan pengiring bendera baru akan diumumkan setengah jam sebelum berlangsungnya upacara bendera. Hal ini dilakukan agar seluruh pasukan pengibar bendera siap dengan tugas apapun yang diembannya.
 
Walikota Hendrar Prihadi yang mengukuhkan anggota Paskibra ini mengucapkan selamat, apresiasi serta kebanggannya. Ia berharap agar semangat dan jiwa kecintaan tanah air senantiasa terpatri dalam diri para anggota Paskibra.
 
Hendi juga berharap, agar para anggota Paskibra tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Kerja keras serta kekompakan selama berlatih diminta untuk selalu dijaga, dihayati dan diresapi. Untuk kemudian diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi teladan di tengah masyarakat.(MS-13)