Home > METRO BERITA > Paslon Tak Jujur Laporkan Dana Kampanye Pilwakot

Paslon Tak Jujur Laporkan Dana Kampanye Pilwakot

Laporan dana kampanye paslon dalam Pilwakot Semarang dinilai tidak mencerminkan penggunaan sesungguhnya. Foto: metrosemarang.com/dok
Laporan dana kampanye paslon dalam Pilwakot Semarang dinilai tidak mencerminkan penggunaan sesungguhnya. Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Laporan dana yang digunakan pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dalam Pilwakot 2015 dinilai tidak jujur. Hal itu dilihat berdasarkan dana yang dilaporkan dan realita kasat mata yang terjadi di lapangan.

Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah, Rofiuddin mengatakan, dana yang disetorkan ketiga Paslon rata-rata tidak sesuai dengan realita di lapangan.

“Contoh saja ketika Kampanye Terbuka Hendi Ita di Lapangan Simpang Lima Semarang. Di laporan dilaporkan hanya menghabiskan sekitar Rp 100 juta. Padahal jika dilihat, acara yang cenderung megah serta biaya sewa lapangan Simpang Lima Semarang sangatlah jauh,” paparnya, Minggu (20/12) sore.

Selain itu dia melihat sebuah ketidakseimbangan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Soemarmo-Zuber dan Hendi-Ita rata-rata hanya melaporkan di kisaran Rp 1 miliar. Sedangkan Sigit-Agus melaporkan Rp 5 miliar lebih. Padahal jika dilihat, acara ketiga Paslon cenderung identik.

Keanehan juga dilihat di laporan dana kampanye Paslon nomor urut 3. Di sana disebutkan Sigit ibnugroho sangat dominan memberikan dana untuk pembiayaan kampanye. Sedangkan wakilnya, Agus Sutyoso sama sekali tidak mengeluarkan dana untuk pembiayaan kampanye.

“Sepertinya tidak mungkin calon tidak mengeluarkan dana. Padahal dia juga berkepentingan untuk kampanye,” ungkapnya. (ade)