Beranda METRO BERITA KULINER 5 Alasan Lunpia Cik Me Me Disebut Oleh-Oleh Khas Semarang Zaman Now

5 Alasan Lunpia Cik Me Me Disebut Oleh-Oleh Khas Semarang Zaman Now

BERBAGI

METROSEMARANG.COM – Ucapkan lunpia bukan lumpia. Jangan salah menyebut nama penganan khas Semarang itu, ketika sedang berkunjung ke toko oleh-oleh di Semarang. Selain pengucapannya beda, lunpia Semarang ini ikonik. Cita rasanya tak bisa didapatkan di belahan bumi manapun. Dalam Bahasa Inggris, makanan ini biasa disebut spring roll.

Oleh-oleh Lunpia Cik Me Me khas Semarang. Foto: metrosemarang.com/hendry widodo

Secara historis, lunpia Semarang pertama kali di diciptakan pasangan Tjoa Thay Yoe dan Mbok Wasi pada tahun 1870. Pasangan ini menciptakan genre spring roll baru dengan menggunakan bahan baku rebung bambu. Resepnya turun temurun hingga empat generasi, yang sekarang tersebar di beberapa sudut Semarang. Berbagai varian rasa dikembangkan penjual lain.

Dari sekian banyak lunpia Semarang, salah satu yang menonjol adalah Lunpia Cik Me Me. Toko Lunpia Cik Me Me kini berada di Jalan Gajahmada 107, ia merupakan generasi asli Lunpia Mataram. Gerai lunpia ini sebelumnya bernama Lunpia Delight. Mengusung jargon authentic Semarang taste, Lunpia Cik Me Me hardir dengan menyajikan rasa original perpaduan Tiongkok dan Jawa.

Meliani Sugiarto, pemilik Lunpia Cik Me Me. Foto: metrosemarang.com/hendry widodo

Meliani Sugiarto adalah penjaga resep leluhur Lunpia Mataram yang saat ini memimpin roda usaha Lunpia Cik Me Me. Ia terus berinovasi dengan tuntutan selera konsumen, tanpa meninggalkan kekhasan dalam resep lunpia yang turun temurun itu.

Dengan inovasi sekaligus kekhasan itu, bisa dibilang Lunpia Cik Me Me saat ini sudah menjadi oleh-oleh khas Semarang zaman now. Berikut 5 alasannya:

1.  Menyajikan Aneka Varisan Rasa

Tak hanya berisi isian rebung, Lunpia Cik Me Me juga memiliki isian lain. Ada enam varian rasa yang bisa dipilih. Mulai dari original, plain, jamur nusantara, fishkakap, kambing jantan muda, hingga crab. Harganyapun bervariasi sesuai isian, dari Rp 10.000 – Rp 22.000 per biji. Masing-masing rasa dapat tersaji dengan pilihan basah maupun goreng.

2. Tanpa Bahan Pengawet

Bagi yang ingin membawa Lunpia Cik Me Me ke luar kota, direkomendasikan untuk membeli yang goreng. Karena lunpia ini tidak menggunakan bahan pengawet. Lunpia basah hanya bertahan sekitar 8 jam pada suhu ruang. Sedangkan lunpia goreng tahan selama 24 jam dalam suhu ruang. Jika dimasukkan ke dalam freezer, lunpia ini bisa bertahan hingga satu minggu.

3.  Pasti Halal

Jangan takut, Lunpia Cik Me Me 100% halal. Dibuktikan dengan sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia.

4. Tersedia di Bandara Internasional Ahmad Yani

Buat yang sibuk dan tidak sempat membeli lunpia Cik Me Me di Jalan Gajahmada, atau kadung terburu-buru karena khawatir ketinggalan pesawat, jangan khawatir. Gerai Lunpia Cik Me Me juga ada di bandara. Harganya? Sama saja dengan harga di gerai Cik Me Me Jalan Gajahmada.

5. Free Delivery

Generasi zaman now pasti inginnya yang praktis-praktis. Melihat arus lalu lintas yang macet lewat GPS, sudah pasti menurunkan semangat generasi ini untuk keluar rumah. Tapi tak masalah, lunpia Cik Me Me pun bisa dinikmati tanpa harus keluar rumah. Gerai ini memberikan layanan free delivery untuk minimal order Rp 100 ribu.
Layanan gerai dibuka mulai pukul 05.00 hingga pukul 22.00. Hari Minggu maupun libur hari besar, gerai tetap buka.
Nah, kamu generasi zaman now tentu punya akun Instagram bukan? Jika mau pesan lunpia Cik Me Me, namun belum tahu seperti apa penampakan setiap variannya, buka saja instagram @lunpiacikmeme. Kamu akan dapatkan informasi lengkap tentang detil varian Lunpia Cik Me Me ini. (hwd)