Beranda METRO BERITA Fokus Metro Semarang 50 Persen Angkot Semarang Tak Layak Jalan

50 Persen Angkot Semarang Tak Layak Jalan

BERBAGI
Angkot masih mendominasi angkutan umum di Kota Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Angkot masih mendominasi angkutan umum di Kota Semarang. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

KESERIUSAN Pemerintah Kota Semarang untuk merombak transportasi umum di Kota Semarang sudah mulai menunjukkan geliatnya. Setelah dinilai berhasil dengan Bus Rapid Transit (BRT), Pemkot berupaya menambah pelayanan jenis bus ini.

Empat koridor sudah berjalan lancar di Kota Semarang. “Rencananya akhir tahun ini akan menjadi delapan koridor, terutama menjamah kampus-kampus,” kata kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agoes Harmunanto.

Penambahan koridor ini juga akan diiringi pengurangan jumlah armada Angkot yang sebelumnya sudah berada di koridor tersebut. Sampai saat ini, Agoes masih berkomunikasi dengan stake holder.

Pihaknya akan berupaya mengadakan konsorsium antara pemerintah dan pengusaha transportasi. “Kami dari Pemkot akan menyediakan subsidi bagi pengusaha yang akan bergabung dengan kami untuk mewujudkan BRT yang nyaman,” kata dia.

Menurut Agoes, di Semarang sudah beroperasi sekitar 1.000 angkot dan sekitar 600 bus. “Perbandingan antara BRT dan Bus dalam kota saat ini adalah satu berbanding empat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penggantian armada angkot ke BRT juga dikarenakan kelayakan jalan. “Hampir 50% dari angkot yang beroperasi tidak layak jalan dan sudah tua. Artinya keamanan dan kenyamanan penumpang akan terabaikan,” terangnya. (ade)

activate javascript

activate javascript