Home > METRO BERITA > 50 Tahun Mas Yok, 171 Anak Pamer Pesona Tari Tradisional

50 Tahun Mas Yok, 171 Anak Pamer Pesona Tari Tradisional

METROSEMARANG.COM – Penari-penari cilik dari Sanggar Greget Semarang kembali unjuk kebolehan dalam pementasan gelar karya yang  digelar di Wisma Perdamaian, Minggu (24/7) sore. Total ada 171 penari memainkan 25 jenis koreografi bersama lantunan musik gamelan yang menenangkan.

Tarian Martoyo Munjung Leluhur. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Tarian Martoyo Munjung Leluhur. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

Bertajuk ‘Lima Puluh Tahun Mas Yok dalam Seblak Sampur dan Nabuh Gamelan’, pementasan kali ini masih bertujuan memberikan hiburan sekaligus ajakan untuk terus melestarikan budaya.

“Pementasan kali Ini juga  sebagai wujud rasa syukur bagi Tuhan, alam semesta, dan para leluhur yang telah mengajarkan seni tari. Tanpa mereka, seni tari tidak akan berkembang sejauh ini,” kata Yoyok Bambang Priambodo, pengasuh Sanggar Greget.

Seakan tak ingin kalah, Yoyok pun ikut meramaikan pagelaran tersebut dengan menampilkan Langen “Martoyo Munjung Leluhur”. Sebuah sajian tari yang menggambarkan bagaimana seorang penari melakukan sembah sujud kepada Tuhan Yang Maha Esa  lewat tarian.

Wewangian menyan, tabuhan lembut gamelan dipadu aksi teatrikal membuat tariannya sukses menghipnotis hampir seribu penonton yang hadir.

Selain pagelaran tersebut, khusus gelar karya kali ini Greget juga memberikan  penghargaan kepada para pelaku seni yang masih konsisten untuk berkarya. Mereka adalah seniman senior Joko Suwarno dan Nurahmi.

“Penghargaan ini juga bertujuan untuk mengingatkan kami memahami tentang dedikasi yang telah diberikannya. Apa yang mereka lakukan, mengapa mereka mau melakukan itu. Itu yang terpenting,” timpal Koordinator Kegiatan, Maharani Kaeksi. (yas)