Jadi Kurir Sabu, Residivis Dibekuk Setelah Buron Lima Bulan

METROSEMARANG.COM – Sepasang suami istri ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba (Diresnarkoba) Polda Jawa Tengah. Keduanya yakni Adi Suryanto alias Adi Pitik warga Jalan Cimandiri, Mlatiharjo, Semarang Timur dan istrinya berinisial PR.

Tersangka Adi Pitik dan barang bukti narkoba yang diamankan. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Penangkapan tersebut bermula dari adanya informasi yang didapat oleh petugas bahwa ada barang masuk narkoba jenis sabu dalam jumlah besar sebanyak 1 kilogram dari Jawa Timur ke wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Minggu (30/4). Setelah mendapat informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan menggeledah sebuah rumah di Jalan Cimandiri, Mlatiharjo, Semarang Timur.

Pada penggerebekan itu, petugas langsung menggeledah rumah Pitik, dan melakukan interogasi kepada istrinya. Saat itu ditemukan sabu kurang lebih 2,5 ons dan pil ekstasi jenis inex sebanyak 703 butir di dalam kamar atas rumah AS.

“Penangkapan pertama bukan yang bersangkutan, tetapi istrinya PR. Pada saat penangkapan tanggal 30 April 2017 tersebut ada hal teknis, kami perkirakan akan membahayakan pada petugas maupun warga sekitar, sehingga saudara Adi Pitik ini langsung melarikan diri. Lalu istrinya kami periksa dan mengakui barang-barang tersebut milik suaminya,” ungkap Dirresnarkoba Polda Jateng Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar saat gelar kasus, Selasa (12/9).

Pitik kabur selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya berhasil disergap saat pulang ke rumahnya pada Senin (4/9) sekitar pukul 18.30 lalu. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dikendalikan oleh seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Tengah yakni Mr. C.

Ia disuruh mengambil barang di Jawa Timur dan mengantarkan barang tersebut sesuai dengan tujuan lokasi yang diperintahkan oleh Mr. C. Dalam sekali pengambilan, AS bisa mendapatkan upah sekitar Rp 3 juta.

Saat ini, Pitik masih mendekam di dalam sel tahanan Polda Jateng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara, PR tidak ditahan karena hanya diancam pasal pasal 131 yakni tentang mengetahui suatu tindak pidana narkotika tapi tidak melaporkan kepada yang berwajib.

Pitik juga merupakan mantan narapidana kasus narkoba. Ia telah kembali menghirup udara segar pada tahun 2012 lalu. Namun sayang, atas perbuatannya kini ia harus kembali mendekam dibalik jeruji. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider, Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. (fen)

Post Author: Tri Wuryono