Home > Berita Pilihan > Tiga Kereta Jenazah Berlambang Freemason Muncul di Salatiga

Tiga Kereta Jenazah Berlambang Freemason Muncul di Salatiga

METROSEMARANG.COM – Setelah ratusan tahun menghilang, tiga buah kereta jenazah berlambang Freemason secara mendadak kembali muncul di hadapan publik. Kereta jenazah tersebut selama ini teronggok di sebuah garasi Desa Ngentak, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Salatiga.

Kereta jenazah berusia ratusan tahun yang masih sangat terawat di Desa Ngentak Salatiga. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Adalah Warin Darsono yang pertama kali menunjukkan tiga kereja jenazah tersebut. Ia yang berasal dari organisasi Salatiga Urban Legends, menyebut bila tiga kereta jenazah itu merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda.

“Kereta jenazah ini berada di luar keraton dan sudah masuk dalam daftar registrasi benda cagar budaya,” ungkapnya, Senin (18/9).

Bila merujuk pada logo Freemason yang melekat pada bodi kereta jenazah itu, maka ia menengarai barang tersebut dibuat sekitar tahun 1896 silam. Tepat saat lembaga rahasia itu diketahui masuk Salatiga.

Perawatan kereta jenazah berlogo Freemason di Desa Ngentak Salatiga. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Zaman dulu Salatiga disebut sebagai De Schoenste Stad Van Midden Java yang artinya kota terindah di Jawa Tengah. Makanya banyak peninggalan bersejarah yang tersimpan di sini,” bebernya.

Selain peninggalan kolonial, terdapat pula peninggalan artefak zaman kerajaan Hindu. “Kami berharap perhatian lebih dari pemerintah terhadap benda cagar budaya karena selain memiliki nilai sejarah bisa menjadi pendukung wisata,” ujar Warin.

Bagus Pujianto, perwakilan BPCB Jawa Tengah mengapresiasi pelestarian tiga kereta tersebut. Ia menyebut semua yang ada pada kereta itu masih orisinil sehingga patut dilestarikan.

“Garasi aslinya tidak ada lumut karena kelembaban terjaga baik,” tandasnya. (far)