Home > METRO BERITA > METRO GAYA > Komunitas > HUT ke-72 KAI, Kereta Pemadat Rel Dicuci sampai Kinclong

HUT ke-72 KAI, Kereta Pemadat Rel Dicuci sampai Kinclong

METROSEMARANG.COM – Suasana Dipo Mekanik JJ di Jalan Imam Bonjol, pada Sabtu (23/9), tampak berbeda. Sejumlah anak muda berbondong-bondong menenteng ember berisi air. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menaiki beberapa lokomotif untuk turut membantu petugas KAI mencuci bodi kereta pemadat bantalan rel (balast).

Aksi resik-resik kereta pemadat rel di Semarang, Sabtu (23/9). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Aktivitas mencuci kereta pemadat rel tersebut berbarengan dengan perayaan HUT KAI Ke-72 pada 2017. Aksi resik-resik kereta diinisiasi para pecinta kereta api yang tergabung dalam Indonesian Railways Preservation Society (IRPS).

Terdapat puluhan anak muda yang antusias mencuci kereta pemadat rel hingga kinclong.

“Senang rasanya bisa ikut nyuci kereta, karena selama ini saya hanya sekedar menikmati perjalanan naik kereta tanpa mengetahui pekerjaan para mekanik di bengkel-bengkel KAI,” ungkap Widiastuti, seorang anggota IRPS kepada metrosemarang.com.

Ia pun mengatakan bila dirinya baru sekali ini terlibat aksi resik-resik kereta pemadat rel. Baginya ini pengalaman luar biasa karena mampu mengenal seluk-beluk pengoperasian kereta dari hulu hingga hilir.

Perempuan yang duduk di bangku Semester II Universitas Semarang (USM) tersebut juga merasa tertantang untuk ikut kegiatan lainnya bersama petugas KAI.

“Saya berharap dengan adanya aksi ini, pengetahuan saya bertambah terutama dalam mempelajari perbaikan kereta di Dipo Mekanik,” ujar Widi.

Sedangkan Wiwik Widayanti, Kepala KAI Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang menyatakan dengan memperkenalkan kereta pemadat rel menjadi salah satu trik jitunya untuk menarik minat masyarakat agar naik kereta api.

“Jadi tidak hanya kereta jarak jauh,  ekonomi, barang maupun kereta heritage saja. Tetapi kami juga menunjukkan kepada publik bahwa kami punya kereta pemadat jalan rel atau biasa disebut mesin perawatan jalan rel (MJPR),” kata Wiwik.

Dalam mengoptimalkan perjalanan kereta, menurutnya Daop 4 selama ini didukung empat kereta pemadat rel meliputi dua kereta jenis Multiple Tie Tamper (MTT) serta dua kereta jenis CSS.

Keempat kereta tersebut dijalankan untuk membenahi jalur perlintasan yang rusak dari jalur Daop 1 hingga Daop 9. Dipo Mekanik, kata Wiwik jadi salah satu bengkel untuk memperbaiki kereta pemadat rel yang rusak.

Dilain pihak, Muhammad Zakir, Manajer Jalan Rel dan Jembatan KAI Daop 4 Semarang menjelaskan kereta pemadat rel yang ada di wilayahnya didatangkan langsung dari pabrikan kereta Plasser and Theurer asal Austria.

Kereta pemadat rel berfungsi untuk memindahkan balast ke tempat penempatan bantalan rel. “Semuanya siap operasi,” imbuhnya.

Daya jelajah setiap kereta sampai satu jam atau sejauh 1 kilometer. Jika sudah melewati 1 kilometer, pihaknya kerap menginstruksikan pergantian kereta supaya tidak cepat rusak.

“Untuk perawatam mesinnya langsung kita lakukan ke dalam dipo,” tandasnya. (far)