Tujuh Taruna Akpol Bersaksi dalam Sidang Penganiayaan Brigdatar Adam

METROSEMARANG.COM – Sebanyak tujuh taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang menghadiri sidang kasus penganiayaan yang menewaskan Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Taruna tingkat II Akpol dihadirkan dalam sidang penganiayaan Brigdatar Adam. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketujuh taruna itu bersaksi bergiliran di ruang sidang utama PN Semarang, pada Selasa (26/9) siang.

Mereka antara lain, Brigadir Dua taruna Anakletus Mardi Wayne, Ilham Gesta Rahman, Sua Fauzan Fataruba, Dwi Kurnia Arsiyanto, M.Rizki Ramadani, Raymond Juliano, serta Reza Andhika Arifin.

Sidang pemeriksaan saksi tersebut dipimpin oleh ketua majelis hakim PN, Casmaya.

Dwi Kurnia Arsiyanto, seorang taruna mengaku sempat menyaksikan sendiri bagaiman dirinya serta rekan-rekannya dipukuli oleh para terdakwa.

Mula-mula tiap junior dipanggil satu per satu kemudian dikumpulkan dalam sebuah ruangan. Para junior kemudian diberi pembinaan disiplin oleh para seniornya berupa pukulan tangan kosong maupun menggunakan alat.

“Tetapi hukuman fisiknya tidak sampai menimbulkan cacat,” akunya.

Fauzan Fataruba, saksi lainnya juga mengamini hal serupa. Ia berdalih proses pembinaan sebagai bentuk menjaga hubungan antara senior dengan juniornya.

Pukulan yang dilakukan kepada saksi juga terukur sebagai bentuk pembinaan.

“Pembinaan ini bukan merupakan penyiksaan. Kami sudah memaafkan para senior kami. Kami mohon majelis hakim memberikan hukuman seringan-ringannya,” cetus Fauzan.

Mendengad keterangan para juniornya, ada sembilan hanya terdiam di kursi pesakitan. Sembilan terdakwa yang dihadirkan dalam pemeriksaan saksi yaitu Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto dan Hery Avianto.

Sidang pemeriksaan saksi kasus penganiayaan Muhammad Adam juga berlangsung ruangan terpisah lainnya. Di ruang sidang sebelah barat PN, empat terdakwa dihadirkan mulai Christian Atmadibrata Sermumes, Martinus Bentanone, Gibrail Chartens Manorek dan Gilbert Jordu Nahumury.

Selanjutnya, seorang terdakwa bernama Rinox Lewi Watimena menjalani sidang terpisah dengan dihadiri delapan saksi. (far)

You might also like

Comments are closed.