Home > METRO BERITA > BK Harus Evaluasi Kinerja Anggota Dewan

BK Harus Evaluasi Kinerja Anggota Dewan

METROSEMARANG.COM – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendorong Badan Kehormatan (BK) untuk tidak tinggal diam menyikapi rapat paripurna
yang selalu gagal karena tidak kuorum. BK diminta berani untuk menilai
kinerja para anggota dewan yang tidak hadir dan memberikan sanksi yang
tegas.

Suasana ruang sidang paripurna DPRD Kota Semarang, Selasa (26/9). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’BK merupakan alat kelengkapan dewan, tentunya tidak boleh tinggal
diam, jika selama ini mereka normatif sekarang mereka tidak boleh normatif lagi. Bukan untuk mencari-cari alasan, tapi ini fakta riil di lapangan bahwa paripurna selalu tidak kuorum,’’ kata Supriyadi, Selasa petang (26/9).

Demi kepentingan masyarakat Semarang, politisi PDI Perjuangan ini meminta BK bisa bekerja secara optimal untuk menilai kinerja para anggota dewan. Dalam aturan, katanya, apabila 6 kali berturut-turut tidak mengikuti rapat paripurna maka anggota dewan bisa diganti atau PAW (Pergantian Antar Waktu).

‘’Sanksinya sungguh tegas, BK bisa memutuskan apabila ditemukan
pelanggaran etik yang dilakukan oleh anggota dewan,’’ tegasnya.

Perintah BK untuk menilai kinerja anggota dewan ini, karena Supriyadi
sendiri merasa belum tahu latar belakang dan alasan para anggota dewan yang tidak hadir dalam rapat paripurna. Karena itu BK harus bekerja
lebih optimal untuk kepentingan masyarakat Semarang.

Seperti diketahui, Preseden buruk gagalnya rapat paripurna DPRD Kota
Semarang atau deadlock tiga kali berturut-turut disebabkan karena
tidak kuorum. Dari jumlah anggota dewan 50 orang kurang dari 2/3 yang
hadir, termasuk rencana paripurna pada sore hari ini hanya 28 yang hadir dari seharusnya minimal 34 anggota.

Sedianya agenda rapat paripurna sendiri adalah akan menetapkan keputusan DPRD Kota Semarang. Yaitu keputusan DPRD mengenai Raperda Perubahan RPJMD 2016-2021 dan keputusan mengenai Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). (duh)