Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Mendagri Temukan 1,6 Juta e-KTP Ganda Jelang Pilkada Serentak

Mendagri Temukan 1,6 Juta e-KTP Ganda Jelang Pilkada Serentak

METROSEMARANG.COM – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2018 dan 2019 mendatang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendapati jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) mencapai 1,6 juta jiwa.

Mendagri Tjahjo Kumolo saat melakukan kunjungan ke Balai Kota Semarang, beberapa waktu lalu.
Foto: metrosemarang.com/dok

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengatakan terdapat sejumlah faktor kepemilikan e-KTP ganda yang merebak belakangan ini.

Ia pun menyebut bahwa e-KTP ganda bisa dipicu perpindahan alamat rumah warga tanpa melapor pihak kelurahan setempat.

Kemudian, ada pula warga yang meninggal dunia tapi tidak dilaporkan ahli waris, dan sekolah atau kerja di luar negeri, tapi tidak sempat ikut dalam pendataan KTP elektronik.

“Itu problem. Tidak bisa diserahkan ke kami. Harusnya mereka juga proaktif,” ungkap Tjahjo usai menghadiri seminar nasional di Gedung Pascasarjana Universitas Diponegoro (Undip) Pleburan, Jalan Imam Barjo Semarang, Sabtu siang (30/9).

Ia mengatakan akan meneliti satu per satu kepemilikan e-KTP ganda yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Ia bilang hal yang harus dicermati mulai dari identitas keluarga yang bersangkutan, golongan darah hingga keterangan domisili tempat tinggalnya.

Ia berharap permasalahan e-KTP ganda bisa tuntas pada tahun depan. Sehingga saat Pilkada serentak 2018 maupun 2019 mendatang dapat dipakai untuk menentukan hak pilihnya di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Karena target kami harus selesai tahun depan untuk Pilkada serentak. 2019 untuk Pileg dan Pilpres serentak,” tukasnya.

Lebih jauh lagi, ia menyatakan dari data statistik yang ia dapatkan, seluruh warga Indonesia berjumlah kurang lebih 161 juta jiwa. Sebenarnya, semua warga sudah memiliki nomor induk kependudukan (NIK). Dari 261 juta jiwa itu, yang 1,6 juta orang di antaranya ternyata punya NIK ganda.

Dirinya meminta warga yang belum memiliki e-KTP agar lekas membuat di tiap kantor Dispendukcapil.

Sebab, untuk saat ini tidak ada lagi menegaskan tidak ada lagi krisis blanko e-KTP. “Blanko sudah siap. Soal masyarakat merasa langka mungkin hambatan di bawah karena ini dari Sabang sampai Merauke. Enggak bisa 10 juta (KTP)  selesai kirim. Sejuta jadi lalu kirim ke daerah,” ujar Tjahjo. (far)