Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Jamu Persita di Citarum, PSIS Tanpa Dukungan Penonton

Jamu Persita di Citarum, PSIS Tanpa Dukungan Penonton

METROSEMARANG.COM – PSIS Semarang tak akan mendapat dukungan suporter saat menjamu Persita Tangerang di Stadion Citarum, Selasa (3/10). Alasan keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan laga babak 16 besar Liga 2 Grup B tersebut digelar tanpa penonton.

PSIS saat berujicoba lawan Bhayangkara FC U-21 di Stadion Citarum, beberapa waktu lalu. Skuad Mahesa Jenar akan memakai stadion yang sama untuk menjamu Persita Tangerang, Selasa (3/10)
Foto: metrosemarang.com

Panitia Pelaksana (Panpel) PSIS harus memindahkan lokasi pertandingan ke Stadion Citarum karena Stadion Kebondalem Kendal yang menjadi home base sementara Haudi Abdillah cs masih digunakan untuk kegiatan pasar rakyat. Beberapa alternatif stadion juga sempat dipertimbangkan untuk mementaskan laga tersebut.

“Kami sedianya akan meminjam Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, tapi sampai sekarang belum ada respons dari pihak keamanan setempat. Begitu juga dengan Stadion Gemilang di Kabupaten Magelang maupun Stadion Moch Soebroto Kota Magelang, karena bersamaan dengan kegiatan sertijab,” kata Pujianto, Ketua Panpel PSIS kepada wartawan, Minggu (1/10).

Pihaknya juga sempat menjajaki Stadion Moch Sarengat Batang, tapi waktunya sudah terlalu mepet, sehingga pertandingan tidak memungkinkan digelar di sana. Dengan waktu yang semakin mepet, panpel memutuskan untuk menggunakan Stadion Citarum. Konsekuensinya pertandingan itu digelar tanpa penonton. Kapasitas stadion bersejarah di Kota Semarang tersebut dianggap tidak mampu menampung ribuan suporter fanatik Mahesa Jenar.

Sebagai antisipasi penonton yang tetap nekat datang ke stadion, panpel sudah berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memperketat penjagaan di setiap akses masuk. “Nantinya pihak keamanan dari Polrestabes Semarang akan mempertebal pengamanan di pintu masuk dengan melibatkan satuan satwa,” beber Puji.

Panpel juga memohon maaf kepada suporter PSIS karena tidak bisa menyaksikan tim kesayangannya yang tengah berjuang lolos ke babak 8 besar. “Kami mengimbau teman-teman suporter tidak usah datang ke stadion dan pertandingan ini juga disiarkan langsung di televisi. Kami tidak mengadakan acara nonton bareng di area stadion, tapi untuk Panser Biru ada nobar di kompleks Mugas dan Snex di TBRS,” tandasnya.

Sementara, GM PSIS Wahyu Winarto mengakui bahwa tanpa kehadiran penonton menjadi kerugian secara finansial. Namun, dia berharap agar Haudi dkk tetap all out untuk mendulang kemenangan seperti pertemuan pertama di kandang Persita, Jumat (29/9), sekaligus memuluskan langkah ke 8 besar.

“Jelas ini kerugian bagi kami, karena pemasukan terbesar PSIS adalah dari ticketing. Selain itu, suporter sudah menjadi pemain ke-12 dan dukungan mereka sangat berarti untuk menambah motivasi. Tapi, kami berharap pemain tetap fokus pada pertandingan untuk mengamankan tiga poin di kandang,” tegasnya.

Pada pertemuan pertama di Stadion Singaperbangsa Karawang, PSIS sukses menjinakkan Pendekar Cisadane dengan skor 3-0 lewat gol Ahmad Agung dan dua dari Rifal Lastori. Saat ini Mahesa Jenar masih memuncaki klasemen Grup B bersama Persibat Batang dengan torehan tujuh poin dari tiga laga.

Tim Ibukota Jateng dipastikan lolos ke babak 8 besar jika bisa mengalahkan Persita dan di saat bersamaan PSMS Medan yang baru mengoleksi satu poin gagal menang atas Persibat. (twy)