Latihan Dasar Memakan Korban, Gubernur IPDN: Sudah Sesuai SOP

METROSEMARANG.COM – Latihan dasar (laksar) calon praja yang merenggur korban jiwa di Akademi Kepolisian (Akpol) tadi pagi membuat Gubernur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata, kaget bukan kepalang.

Gubernur Akpol dan Gubernur IPDN bersama Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat di RS Bhayangkara. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sebab, ia mengklaim, tahapan laksar yang digelar bersama pihak Akpol selama ini sudah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Ermaya mengatakan laksar 2017 merupakan tahun ketiga yang digelar bersama Akpol. Itu, lanjutnya merupakan program Diksar Mendik.

“Itu latihan buat Diksar Mendik. Sudah dua angkatan berjalan baik makanya tahun ini kita gelar lagi selama sebulan terakhir,” kata Ermaya saat ditemui metrosemarang.com di RS Bhayangkara Majapahit Semarang, Minggu (1/10).

Ia mengatakan kejadian yang merenggut nyawa seorang calon praja putri bernama Dhea Rahma Amanda, merupakan diluar kendalinya. Sebab, pelaksanaan berada ditangan Akpol.

“Kejadian ini musibah dan kami sangat berdukacita. Padahal, semua pelaksanaannya sudab sesuai SOP yang berlaku,” akunya.

Untuk saat ini, jenazah almarhumah masih menjalani autopsi di RS Bhayangkara. Tim medis sedang melakukan autopsi fisik luar dan dalam. “Prosesnya tentu sesuai izin pihak keluarga Dhea,” ungkapnya.

Ermaya mengatakan ibunda almarhumah saat ini sedang perjalanan menuju Semarang. Pesawat yang ditumpanginya sudah berada di Jakarta. “Nanti (jenazahnya) akan dibawa ke Lampung,” imbuhnya.

Ia menegaskan laksar IPDN digelar dengan baik dan lancar. Pelaksanaan program itu tidak berlebihan. “Sebelum latihan juga ditanya apakah ada yang sakit atau tidak. Semua peserta menyatakan sehat kok,” bebernya.

Dalam proses pemeriksaan kesehatan sementara, Ermaya mendapati hasil bahwa almarhumah mengalami masalah kesehatan. “Kami turut berbelasungkawa atas wafatnya korban,” katanya.

Ia menambahkan laksar IPDN tahun ketiga ini diikuti 1.545 calon praja. Program ini merupakan arahan dari Kemenpan dan RB. (far)

You might also like

Comments are closed.