Home > METRO BERITA > METRO SPORT > PSIS Lulus Ujian di Lapangan Gersang

PSIS Lulus Ujian di Lapangan Gersang

METROSEMARANG.COM – PSIS harus susah payah mengatasi perlawanan Persita Tangerang pada matchday 4 babak 16 besar Liga 2 di Stadion Citarum, Selasa (3/10). Buruknya kondisi lapangan membuat Haudi Abdillah dkk kesulitan menampilkan permainan terbaik.

Rifal Lastori melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persita. Foto: metrosemarang.com

Pelatih PSIS Subangkit mengakui performa anak buahnya kurang maksimal. Selain tekanan yang dilakukan lawan, dia juga menyebut kondisi lapangan kurang ideal untuk memainkan gaya PSIS.

“Persita bermain lebih bagus daripada pertemuan pertama. Kondisi lapangan juga menyulitkan permainan kami, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan karena kami harus siap dengan kondisi apapun,” beber Subangkit usai pertandingan.

Panpel PSIS terpaksa memakai Stadion Citarum setelah mendapat penolakan meminjam lapangan di Kendal, Magelang hingga Batang. Konsekunsinya laga kandang tersebut digelar tanpa penonton mengingat stadion berkapasitas 5.000 kursi itu dianggap tak mampu menampung suporter Mahesa Jenar.

Sebelumnya, Subangkit juga sempat mencemaskan kondisi lapangan Citarum. Maklum saja, selain permukaan yang tidak rata, rumput di beberapa bagian lapangan juga hilang alias gundul.

Bukan saja berisiko menimbulkan cedera bagi pemain, kondisi tersebut juga menyulitkan penggawa PSIS yang biasa memainkan build up dari lini belakang dengan bola-bola pendek.

Namun style itu seolah hilang. Bahkan dalam beberapa kesempatan kiper Aji Bayu harus mengirim bola langsung ke depan ketimbang memberikan kepada pemain belakang.

Meski begitu, PSIS masih mampu memetik kemenangan lewat dua gol Rifal Lastori di babak pertama. Eks Pusamania Borneo FC itu total sudah mengemas empat gol dalam dua pertemuan kontra Pendekar Cisadane. Akhir pekan kemarin, Lastori juga memborong dua gol dalam kemenangan PSIS 3-0.

Pada laga di Citarum, permainan Persita semakin membaik di paruh kedua. Egi Melgiansyah cs lebih dominan dan beberapa kali menebar ancaman lewat kecepatan kedua sayap mereka, sekalipun tak ada gol tercipta.

“Kemenangan ini sesuai target yang kami inginkan. Tapi perjuangan belum selesai dan masih ada dua pertandingan lagi,” kata Direktur Teknik PSIS Setyo Agung Nugroho.

Sementara asisten pelatih Persita, Wiganda Saputra menyebut timnya masih belum mampu mengatasi masalah di lini serang. Absennya Rahmat Afandi juga makin menyulitkan Persita untuk memproduksi gol.

“Masalah kami masih sama, tidak bisa cetak gol. Sudah tiga pertandingan berturut-turut pemain kami tidak kunjung bikin gol. Dengan Rahmat Afandi pun kami tetap kesulitan, apalagi ketika dia harus absen,” cetusnya.

Dari empat laga, Persita hanya sanggup memetik satu gol saat mereka takluk 1-2 dari Persibat Batang. Berturut-turut, anak asuh Bambang Nurdiansyah imbang 0-0 kontra PSMS Medan dan dua kali dikalahkan PSIS.

Kekalahan itu makin menyulitkan Persita untuk lolos ke babak 8 besar. Saat ini Laskar Banteng Viola baru mengoleksi 1 poin dan tertinggal enam angka dari Persibat di posisi runner up.

Posisi puncak klasemen Grup B dikuasai PSIS dengan torehan 10 poin. PSMS menghidupkan peluang berkat kemenangan 2-1 atas Persibat. Gol I Made Wirahadi di awal babak kedua mampu dibalas Honi Makrufan, sebelum akhirnya striker senior itu sukses menuntaskan sepakan 12 pas jelang laga berakhir.

Pada matchday 5, PSIS akan away ke kandang PSMS Medan dan Persibat menjamu Persita, Sabtu (7/10). Mahesa Jenar butuh tambahan satu poin lagi untuk memastikan tiket ke babak 8 besar. (twy)