Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Jengkel Diejek, PK Gambilangu Tusuk Temannya Pakai Gunting

Jengkel Diejek, PK Gambilangu Tusuk Temannya Pakai Gunting

METROSEMARANG.COM – Kesal lantaran diejek rekan seprofesinya, seorang pemandu karaoke (PK) kompleks Lokalisasi Gambilangu Kaliwungu Kendal kalap hingga membahayakan nyawa orang lain. Pelaku yang dalam keadaan mabuk berat ini sempat terlibat pergumulan hingga kemudian menusuk dada korban dengan gunting hingga tembus ke paru-paru.

Foto: metrojateng.com

Heni Wahyuningrum alias Yola, warga Desa Jerukwangi Bangsri Jepara ini harus mendekam di sel tahanan. Dia tega menusuk Suryani, yang juga sesama pemandu karaoke warga Mojotengah Wonosobo.

Kenekatan pelaku dilakukan karena Heni jengkel dengan perkataan korban yang mengejeknya. Kepada petugas Heni alias Yola ini mengatakan, saat kejadian ia sedang mabuk berat usai menemani tamu karaoke.

Pelaku kemudian diantar tamunya ke rumah kos, tidak jauh dari tempat karaoke. Saat diboncengkan inilah, korban Suryani menegur pelaku dengan perkataan yang menyinggung. Karena tidak terima diejek korban, pelaku kemudian mengambil gunting dari dalam kamar dan mendatangi korban.

“Saya memang mabuk dan tidak biasanya diantar tamu. Saat diantar ke kos korban malah mengejek dengan berkata ‘kuwi gemblekan anyarmu’. Saya takut pacar saya dengar omongan korban jadi saya emosi,” katanya di Mapolsek Kaliwungu, Rabu (4/10) siang.

Sempat terjadi pergumulan, pelaku dijambak korban dan diseret. Saat pergumulan itulah pelaku menusukan gunting ke dada korban beberapa kali. Korban akhirnya tersungkur dengan luka tusuk di dada dan dilarikan ke rumah sakit oleh pelaku.

Kapolsek Kaliwungu AKP Nanung Nugraha mengatakan, motif penusukan yang dilakukan pelaku hanya karena tersinggung dengan ejekan korban. “Pelaku menusuk dada korban  hingga tembus ke paru-paru korban,” katanya.

Polisi mengamankan gunting yang digunakan pelaku untuk menusuk korban, sedangkan korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Soewondo Kendal. “Pelaku bakal dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun,” pungkasnya. (metrojateng.com/MJ-01)

Tinggalkan Balasan