Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Mahasiswi Agroteknologi Undip Kembangkan Test Pack Sapi

Mahasiswi Agroteknologi Undip Kembangkan Test Pack Sapi

METROSEMARANG.COM – Sejumlah mahasiswi jurusan Agroteknologi Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (Undip) tengah sibuk mengembangkan sebuah alat test pack khusus sapi.

Mahasiswa Undip menciptakan alat test pack sapi. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Alat tersebut diklaim mempunyai keakuratan mendeteksi kehamilan sapi hingga 90 persen. Difla Nailan Nacha, seorang mahasiswi jurusan Argoteknologi FPP Undip mengatakan pengembangan alat test pack sapi ini berawal dari ide Daud Samsudewa, salah satu dosennya yang tergerak membantu para peternak sapi dalam mengembangkan bibit-bibit unggul.

“Kemudian mulai 2015 silam dibuatkan test pack yang diperuntukan bagi sapi yang sedang mengalami pembuahan. Hingga saat ini, kami terus mengembangkan metode cek kehamilan sapi dengan menggunakan alat tersebut,” ungkap Difla kepada metrosemarang.com, Senin (9/10).

Ia menambahkan test pack sapi telah diperkenalkan kepada publik saat acara Technology Expo 2017 diselenggarakan di Auditorium Undip Jalan Imam Barjo, Pleburan hari Minggu kemarin.

Ia menerangkan banyak pengunjung yang tergelitik untuk membeli test pack sapi karena penasaran dengan hasil yang didapatkannya. Diakuinya pula bahwa pengembangan test pack sapi juga terinspirasi pada alat serupa yang dipakai oleh manusia.

“Tujuannya memang untuk mengecek kehamilan pada sapi karena melihat manusia juga bisa dicek kehamilannya lewat test pack,” ungkapnya.

Dengan menggunakan tabung kecil test pack berukuran 10 milimeter, urine sapi betina kemudian dimasukan dengan ditambah obat larutan khusus dengan merek DEEA Gest Dest.

“Lalu tunggu beberapa saat sampai suspensinya bereaksi. Jika cairannya menunjukan indikasi penurunan yang sangat cepat, maka sapi betina dinyatakan positif hamil. Tetapi kalau indikatornya melambat menunjukan kalau sapinya itu enggak hamil,” jelas mahasiswi Semester III ini.

Ia menyebut test pack sapi juga bisa mendeteksi potensi kemandulan pada sapi jantan. “Keakuratannya sampai 90 persen. Karena sudah kita praktekan pada sapi-sapi yang diternakan di halaman belakang FPP,” imbuhnya.

Ia menyatakan sudah ada 20 ekor yang menjalani uji coba menggunakan alat test pack tersebut.

Sedangkan menurut Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe adanya pengembangan test pack sapi merupakan salah satu inovasi yang mampu menumbuhkan semangat technoprenuership di kalangan mahasiswa Undip.

“Kami berharap kalau bisa dijadikan produk inovasi dan bermanfaat menjadi usaha masyarakat berbasis teknologi,” bebernya.

Ia pun mendorong para mahasiswa untuk berkreasi menciptakan produk inovatif sehingga mampu membuka peluang kerja di masa mendatang. “Jangan hanya cari kerja tapi juga harus bisa menciptakan peluang kerja,” cetusnya.

Ia mengatakan terdapat dana insentif di bidang riset dan teknologi senilai Rp 300 miliar dari alokasi APBN 2017 bagi para semua mahasiswa di Indonesia. Selama tiga tahun terakhir, terdapat 400 jenis usaha inovatif. Yang paling menonjol adalah inovasi pangan, pupuk, bibit, IT, kesehatan dan energi terbarukan.

“Tahun ini ditargetkan mampu mencetak 100 ribu pengusaha baru. Saat ini sudah teralisasi 90 persen dan jadi progres yang bagus ketimbang tahun lalu,” tutupnya. (far)