Home > METRO BERITA > METRO GAYA > 7 Tips Pernikahan Bahagia

7 Tips Pernikahan Bahagia

ilustrasi
ilustrasi

 

Bagi Anda yang saat ini hendak melangkahkan kaki ke jenjang yang lebih serius dengan pasangan Anda, sebaiknya hapus bayangan bahwa menikah adalah akhir dari perjalanan cinta Anda dan si dia. Hapus juga bayangan bahwa kehidupan Anda pascamenikah dengannya akan seperti kisah cinta di negeri dongeng, bahagia sampai selamanya. Sebab, menjaga pernikahan tetap langgeng dan harmonis hingga akhir usia Anda bukanlah perkara yang mudah. Dibutuhkan kerjasama serta perjuangan dari Anda dan dia demi mendapatkan kesepahaman dan kebahagiaan. Bersiaplah untuk menghadapi realitas pernikahan dan lakukan yang terbaik untuk mempertahankan cinta, gelora dan persahabatan saat menghadapi berbagai masalah dan halangan.

Berikut ini 7 tips menjaga keharmonisan hubungan pascamenikah dari situs Womanitely.com yang dapat Anda coba pelajari sejak dari sekarang. Simak ya.

1. Jadi diri sendiri

Ketika dua orang menikah, mereka menjadi satu dalam membuat keputusan finansial dan membesarkan anak-anak. Ada banyak pekerjaan yang dapat membuat seseorang kehilangan identitas dirinya. Biasanya, para wanita cenderung berusaha untuk menyenangkan suaminya dan berkorban banyak untuk mewujudkannya. Padahal pernikahan bukanlah penyerahan diri seseorang secara total kepada pihak lainnya. Pernikahan adalah usaha untuk saling berkompromi. Maka, jadilah diri Anda yang sebenarnya. Jangan ragu menyatakan ketidaksukaan Anda atas sesuatu pada suami karena takut akan membuatnya marah. Percayalah, tidak ada pernikahan yang 100 persen berjalan mulus.

2. Tetap berkomunikasi

Banyak pasangan yang sama-sama sibuk lalu tidak punya waktu untuk berkomunikasi dengan pasangannya. Namun, dobraklah hal ini. Ajaklah si dia untuk tetap berkomunikasi di sela-sela kesibukan Anda dan dia. Namun hormatilah kesibukannya.

3. Fokus pada kebutuhan bersama

Setelah menikah, Anda harus berusaha mencari yang terbaik untuk Anda berdua, bukannya untuk Anda seorang diri. Berusahalah untuk memenuhi kebutuhan pasangan Anda, namun tanpa kehilangan jati diri Anda, demi hubungan yang langgeng dan bahagia.

4. Berpenampilan positif

Anda harus menyadari bahwa penampilan negatif sangat mempengaruhi hubungan pernikahan. Jika pasangan Anda terlihat seperti seseorang yang tertekan, hal ini dapat membuat hubungan tidak bahagia. Tetaplah positif dan Anda dapat memperbaiki atmosfer dalam keluarga. Berpikir positif, kurangi kecemasan dan buang semua tekanan dalam hidup untuk pernikahan yang bahagia.

5. Percaya pada pasangan

Kepercayaan adalah elemen inti dari setiap hubungan. Ketika Anda mempercayai pasangan, maka Anda menjadi cukup kuat untuk mengatasi realitas hidup yang keras dan segala kesulitan bersama. Masa-masa yang berat merupakan saat terbaik untuk menguji kekuatan dan ketulusan cinta Anda berdua.

6. Jangan ucapkan kata terlarang

Saat Anda menikah, Anda sebaiknya melupakan adanya kata ‘bercerai’. Bercerai bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah Anda berdua. Jadi jangan sekalipun Anda dan pasangan berpikir maupun mengatakan kata ini saat sedang bertengkar. Lebih baik Anda dan dia sama-sama memikirkan solusi atas permasalahan ketimbang menyerah pada perceraian.

7. Minta saran dari pasangan yang sudah menikah dan bahagia

Jika Anda punya waktu dan kesempatan, berbagilah dengan teman atau saudara Anda yang sudah menikah lama dan bahagia dalam pernikahannya tentang bagaimana caranya hidup dalam damai dan mencintai begitu lama. Pengalaman mereka akan memberikan pencerahan bagi hubungan Anda. Percayalah, setiap pasangan memiliki rahasia tersendiri untuk mendapatkan kebahagiaannya. Temukanlah itu pada hubungan Anda.

Pernikahan yang bahagia adalah perjalanan yang amat panjang, serta penuh dengan berbagai momen positif dan negatif. Marnie Reed Crowell pernah berkata, “Satu cara sederhana untuk menjaga api tetap menyala dengan terang yakni dengan meletakkan batang kayu tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Tidak terlalu jauh, agar tiap kayu bisa mendapatkan kehangatan satu sama lain, dan tidak terlalu dekat agar tiap kayu memiliki ruang bernafas. Hal yang sama terjadi pada pernikahan. Tiap orang butuh untuk tetap dekat satu sama lain agar hubungan tetap romantis dan hangat, namun juga memiliki ruang satu sama lain. (ren)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link