Home > METRO BERITA > 70 Ribu Warga Semarang Belum Rekam Data e-KTP

70 Ribu Warga Semarang Belum Rekam Data e-KTP

METROSEMARANG.COM – Sekitar 70.000 warga Semarang ternyata belum melakukan rekam data untuk e-KTP. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menyediakan pelayanan mobile di beberapa lokasi.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Hasto Hihono, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Semarang mengatakan, KTP non elektronik per Desember 2015 sudah tidak berlaku. Ia mengungkapkan bahwa seharusnya masyarakat segera mengurus. 

“Semua harus menggunakan e-KTP. Sesegera mungkin harus mengurus, mengingatkan saja,” ungkap Hasto, Selasa (23/8).

Beban yang ditanggung akibat banyaknya data penduduk yang belum merekam ini cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah pusat mewacanakan gagasan untuk menonaktifkan data kependudukan warga yang belum merekam dan belum memiliki e-KTP.

“Iya itu rencana pusat, kalau tidak begitu banyak sekali bebannya, ada yang pindah rumah tapi alamat KTP-nya tetap, ada yang mungkin sudah meninggal, tanpa ada laporan misal sudah pindah data tetap ada di kecamatan bersangkutan,” imbuh Hasto.

Namun, meski data sudah dinonaktifkan masyarakat bisa mengurus e-KTP meski dengan langkah khusus karena data sudah dinonaktifkan. Syarat pembuatan e-KTP ini sebenarnya sangat mudah hanya perlu pengantar dari RT RW saja. Tak ada biaya apapun bagi warga yang mengurus e-KTP-nya sendiri.

“Setiap hari mengurus e-KTP bisa sampai 600-800 cetak, permohonannya paling sedikit 400 orang,” ujar Hasto.

Di Kota Semarang sendiri pelayanan pencetakan e-KTP ini bisa dilayani di 16 kecamatan ditambah lagi dengan mobil pelayanan keliling yang ada di sekitar Jalan Pahlawan saat CFD. (vit)