Home > Berita Pilihan > 78 Persen Wilayah Jateng Dihantam Banjir dan Longsor

78 Persen Wilayah Jateng Dihantam Banjir dan Longsor

METROSEMARANG.COM – Banjir yang muncul di sepanjang jalur Pantura Kaligawe Semarang, bukanlah satu-satunya bencana alam yang terjadi pada pertengahan bulan ini. Pasalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyatakan hampir seluruh daerah pun mengalami kondisi serupa.

Banjir yang menerjang Sawah Besar Semarang. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“78 persen kabupaten/kota di Jateng dalam kurun waktu bersamaan terkena banjir dan longsor,” cetus Kepala BPBD Jateng, Sarwa Pramana saat dihubungi metrosemarang.com, Selasa (14/2).

Ia bilang dua bencana tersebut saat ini benar-benar mengancam nyawa warganya. Terlebih lagi, ditengah guyuran hujan deras, banyak tebing dataran tinggi dalam kondisi labil. Dan menurutnya, daerah rawan bencana yang dapat dilihat secara kasat mata kini ialah di Kota Semarang.

“Makanya, kalau ada warga yang masih menempati rumah di lahan rawan longsor, saya minta agar segera ditarik, langsung dievakuasi ke tempat yang aman, ini paling penting dilakukan saat ini,” ungkap Sarwa lagi.

Dalam kenyataannya, rumah-rumah warga Semarang belum lama ini memang seringkali terkena tanah longsor. Yang terbaru terjadi di dua tempat yaitu dua rumah warga Perumahan Dinar Mas, Pudakpayung serta satunya lagi tanah longsor menimpa sebuah rumah di Genuksari Atas, Tegalsari Kecamatan Candisari.

Longsor di Kelurahan Tegalsari Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Bencana banjir kini juga melanda jalur Pantura Sawah Besar, Kaligawe. Tadi pagi, banjir bahkan meluas hingga ke Tlogosari yang notabene merupakan area padat penduduk. Banjir setinggi lutut orang dewasa merepotkan pengguna jalan.

“Titik banjir terparah berada di bibir Banjir Kanal Timur (BKT). Di sana, drainasenya rusak parah. Lokasi banjir lainnya ada di Jalan Gajah dan sebagian Gayamsari,” kata Sarwa lagi.

Zona merah bencana lainnya ia memperkirakan juga berada di Sungai Beringin, Ngaliyan. Ia mengimbau kepada warga setempat agar mewaspadai potensi bencana susulan di lokasi itu.

“Yang paling bahaya kalau tanggul sungai di sana kembali jebol maka jadi banjir bah susulan sampai ke Mangkang,” tuturnya, seraya menyarankan kepada masyarakat saat cuaca ekstrem melanda Semarang, sebaiknya berteduh bila muncul angin kencang disertai hujan lebat. (far)