Home > METRO BERITA > 8 Area Pelayanan Publik jadi Bidikan Tim Saber Pungli

8 Area Pelayanan Publik jadi Bidikan Tim Saber Pungli

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengukuhan tim satuan tugas (satgas) sapu bersih pungutan liar (saber pungli) di lingkungan Pemkot Semarang. Dengan adanya tim ini pola pelayanan pemerintah kepada masyarakat diharapkan berubah. Tidak ada lagi istilah biaya tidak diprediksi atau siluman atau pungli.

Wali Kota Semarang sedang mengukuhkan tim satgas saber pungli di balai kota, Rabu (11/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Jangan hanya seremonial, setelah dikukuhkan tugas utama tim saber pungli harus memastikan pelayanan di Semarang tidak ada lagi pungli. Tapi jangan asal saling mengintai,’’ katanya saat pengukuhan di lantai 8 Gedung Moch Ihsan Balai Kota Semarang, Rabu (11/1).

Tim saber pungli terdiri dari sejumlah instansi seperti Polrestabes, Kodim 0733 BS/Semarang, Kejari, inspektorat, dan Detasemen Polisi Militer IV-5 Semarang. Juga dari sejumlah instasi di pemkot. Adapun jumlah anggota tim saber pungli yang dikukuhkan sebanyak 53 orang.

Hadir dalam pengukuhan Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. Hendi-panggilan akrab wali kota, mengatakan bahwa pengukuhan tim saber pungli ini diatur dalam instruksi Mendagri.

‘’Jika sudah tidak ada pungli maka dipastikan akan banyak investor yang tertarik berinvestasi di Semarang. Semakain banyak investasi maka diharapkan akan menaikkan ekonomi daerah,’’ katanya.

Semua pelayanan publik di Semarang tidak boleh lagi ada pungli. Banyak cara pencegahan yang akan dilakukan oleh tim misalnya sosialisasi. Jika sudah ada sosialisasi tapi masih ada saja yang bandel melakukan pungli maka harus ditangkap dan diproses sesuai aturan. Hal itu sebagai pelajaran bagi yang lain.

‘’Target kami bagaimana pelayanan pemerintahan di Semarang bisa clear, cepat, sesuai aturan dan tidak ada lagi pungli,’’ tegasnya.

Ada 8 area yang rawan potensi terjadinya pungli yang harus diawasi oleh tim saber pungli. Salah satunya Samsat. Tapi di tempat pelayanan salah satunya pajak kendaraan bermotor ini tim akan berkoordinasi dengan instansi berwenang yaitu Kepolisian. Begitu juga pelayanan di luar pemkot seperti di pelabuhan.

Selain Samsat, tempat rawan potensi pungli yang harus disorot tim saber pungli adalah bidang perizinan, hibah dan bansos, kepegawaian dalam promosi atau mutasi jabatan, pendidikan, dana desa, pelayanan publik seperti seperti pengurusan administrasi kependudukan, serta bidang pengadaan barang dan jasa.

Waka Polrestabes Semarang AKBP R Setijo Nugroho Hasto, sekaligus Ketua Tim Saber Pungli mengatakan, setelah dibentuk tim saber pungli akan langsung melakukan rencana aksi, susun target, dan langsung action. Dalam bekerja tidak akan keluar dari asas-asas hukum praduga tak bersalah, persamaan di muka hukum, adil dan asas manfaat.

‘’Kami juga akan melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintah. Mana nantinya yang boleh dan tidak dilakukan, mana yang termasuk ke dalam wilayah tindakan korupsi, gratifikasi dan pungli. Jika setelah sosialisasi tetap melanggar akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” katanya. (duh)