Home > Berita Pilihan > 999 Kyai NU Bertemu Jokowi Bahas NKRI dan Pancasila

999 Kyai NU Bertemu Jokowi Bahas NKRI dan Pancasila

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 999 kyai Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya mendapat kesempatan untuk bertatap muka langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka menggelar pertemuan dalam acara bertemakan ‘Meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika’ di SMU Nasima Jalan Yos Sudarso Semarang, Sabtu malam (22/7).

Presiden Jokowi menyapa warga Nahdliyin di SMU Nasima Yos Sudarso. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Presiden Jokowi menekankan pentingnya warga Nahdliyin untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pun tak lupa presiden ketujuh Indonesia itu mengimbau kepada para ulama yang hadir untuk memegang teguh ideologi Pancasila.

Sebab, lanjutnya, Pancasila jadi dasar negara dan merupakan syarat bagi bangsa Indonesia menjaga kesatuan NKRI.

“Oleh karena itu, saya meminta pada para kiai untuk terus memegang
teguh ideologi Pancasila. Tanpa adanya Pancasila, persatuan dan kesatuan bangsa tidak akan terjaga,” kata Jokowi dihadapan ratusan kyai NU.

Ideologi Pancasila memang membuat dunia terbelalak, katanya. Ia bahkan bercerita bahwa saat berjumpa dalam acara kenegaraan, Pesiden Afganistan mengungkapkan kekagumannya terhadap kemajemukan yang ada di negeri ini.

“Saat saya bertemu Presiden Afganistan, dia terkejut dengan Indonesia yang punya714 suku dan 1.100 bahasa lokal, tapi masih mampu menjaga persatuan dan kesatuan. Sementara, Afganistan yang hanya memiliki tujuh suku kerap terjadi konflik. Dia bertanya apa kuncinya bisa menjaga persatuan, ya saya jawab kuncinya satu, yakni Pancasila,” ungkapnya.

Karenanya, ia mengatakan Pancasila kerap menginspirasi pemimpin negara maju untuk dipelajari lebih mendalam. Ia berulang kali menyebut sikap persatuan dan kesatuan bangsa dengan Pancasila kepada para pemimpin negara saat kunjungan kenegaraan atau konferensi konferensi dunia.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi seperti biasa juga membagikan hadiah sepeda bagi warga Nahdliyin yang bisa menjawab pertanyaannya seputar sejarah bangsa Indonesia. (far)