Ada Bangunan Cagar Budaya, Pembangunan Pasar Kanjengan Tak Boleh Sembrono

METROSEMARANG.COM – Pemerhati Bangunan Cagar Budaya (BCB) Pasar Johar mengingatkan pelaksanaan pembangunan Pasar Kanjengan harus dilakukan secara hati-hati. Pembangunan kontruksi pondasi dengan menggunakan bor pile dinilai bisa berdampak pada bangunan Pasar Johar yang termasuk cagar budaya.

Kebakaran Pasar Kanjengan, Juni 2016 silam. Pembangunan Pasar Kanjengan diminta juga memerhatikan babgunan cagar budaya di Pasar Johar. Foto: metrosemarang.com/dok

Hal itu dikarenakan lokasi Pasar Kanjengan berdekatan dengan bangunan cagar budaya Pasar Johar, yang dianggap kondisinya rapuh pasca terjadi kebakaran.

”Penggunaan bor pile harus memperhatikan struktur tanah yang ada dan harus dikerjakan dengan perencanaan yang matang. Jangan sampai berdampak kepada bangunan Johar yang BCB. Sebab takutnya ketika ada getaran di tanah bangunannya ikut gerak,” kata Pemerhati Bangunan Cagar Budaya Pasar Johar, Moyo Retno, Selasa (17/10).

Moyo Retno mengkhawatirkan penanaman bor pile dapat memperparah bangunan cagar budaya Pasar Johar, khususnya bangunan di bagian selatan. Meskipun saat ini masih sedang dikaji kekuatan bangunan cagar budaya tersebut setelah terbakar hebat beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kondisi bangunan cagar budaya Pasar Johar saat ini cukup lemah dan riskan rusak. Sehingga apabila terjadi getaran yang kuat dari adanya penanaman bor pile dikhawatirkan akan memperparah kerusakan tersebut.

”Kami memang belum mengetahui kondisi tanahnya, dan tidak melaksanakan tes penyelidikan tanah. Tapi harapan kami, silahkan menggunakan bor pile tapi metode pelaksanaannya harus berhati-hati, harus memiliki perhitungan yang matang, jangan sembrono,” tegasnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan pembangunan Pasar Kanjengan, terutama blok C dan D akan segera dimulai oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang dalam pekan ini. Pelaksana kontraktor pembangunan tersebut adalah PT Surya Cerah Sejahtera (SCS). (duh)

Post Author: Tri Wuryono