Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Adi Geram Masih Banyak Pencurian Karet Mentah

Adi Geram Masih Banyak Pencurian Karet Mentah

Ilustrasi
Ilustrasi

BAWEN – Maraknya kasus pencurian tromboso atau karet mentah membuat Dirut PT Perkebunan Nasional (PTPN) IX Jateng, Adi Prasongko prihatin. Apalagi kasus pencurian hasil produksi perkebunan sekitar 5 persen per tahun dari hasil total hasil produksi.

Adi manyayangkan minimnya kesadaran masyarakat untuk menjaga aset negara. “Mudah-mudahan kawan-kawan itu sadar kalau ini perusahaan negara dan milik masyarakat juga, tetapi tidak harus dicuri seperti itu,” kata Adi usai acara halal bihalal keluarga besar PTPN IX Jateng di Kampoeng Kopi, Banaran, Bawen, Selasa (5/8).

Untuk menekan kasus pencurian tersebut, Adi berharap peran serta semua karyawan, petugas keamanan maupun masyarakat. “Semua pihak harus bahu membahu untuk mengatasi persoalan ini. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi pada karyawan dan masyarakat. Termasuk peningkatan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR), dan menampung tenaga kerja dari sekitar perkebunan dan perketat pengawasan,” imbuhnya.

Selain itu, Adi juga menyoroti turunnya harga karet, sehingga PTPN IX Jateng harus melakukan penghematan ongkos produksi. Antara lain dengan mengubah bahan bakar kayu diubah menggunakan bahan bakar yang lebih murah. “Perlu ada inovasi agar dapat menghemat ongkos produksi. Misalnya pengasapan karet tidak lagi menggunakan kayu melainkan dijemur di bawah terik matahari. Selain itu pada perkebunan teh dan kopi, juga dilakukan penghematan energi yakni mengganti bahan bakar kayu dengan briket,” pungkasnya. (MS-14)

 

.

.

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link