Home > METRO BERITA > Sosialita > Agnisa Fiany: Jemput Bola, Bangun Relasi Pendonor

Agnisa Fiany: Jemput Bola, Bangun Relasi Pendonor

Agnisa Fiany Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Agnisa Fiany
Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

MEMENUHI target permintaan darah seluruh rumah sakit (RS) di Semarang, bukanlah perkara mudah. Sebagai Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang, Agnisa Fiany harus rajin ‘jemput bola’ untuk menjalin relasi dengan pendonor.

“Donor kan sukarela dan tidak dikasih apa-apa. Karena pendonor harus berumur 17-60 tahun dan masih memperhatikan syarat-syarat yang lain, itu yang sulit,” ujarnya kepada metrosemarang.com, Jumat (27/2).

Untuk memenuhinya, wanita asal Banyumanik ini menggunakan sistem jemput bola atau mobile unit, dengan membangun relasi mulai dari intansi kampus, perkantoran, dan masyarakat. Itu dilakukan untuk memenuhi target 250-300 kantong darah per hari yang harus PMI salurkan ke rumah sakit.

“Setiap hari mendatangi minimal 3-5 tempat mitra kerja kami yang kisarannya mendapat 150-250 pendonor. Kalau yang di kantor 50,” terangnya.

Bagi wanita 31 tahun ini, sistem mobile unit sangat efektif, mengingat minat pendonor yang minim. Padahal, permintaan darah tak hanya di Semarang, melainkan dari Demak, Ungaran, dan Kendal.

“Belum sampai kewalahan, cuma untuk membangkitkan minat pendonor jemput bolanya perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Sebagai pelayan masyarakat, alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini berharap, kepedulian terhadap sesama bisa semakin meningkat.¬†“Kalau kita membantu orang lain pasti suatu saat akan kembali pada diri kita lagi,” tandasnya. (ans)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link