Home > METRO BERITA > Sosialita > Airlangga Morti, ‘Melawan’ Disleksia dengan Segudang Karya

Airlangga Morti, ‘Melawan’ Disleksia dengan Segudang Karya

METROSEMARANG.COM – Memiliki anak berkebutuhan khusus terkadang membuat orang tua merasa malu hingga harus menyembunyikannya dari dunia luar. Tetapi itu tidak berlaku bagi Sri Purwanti. Ibu dari Airlangga Satryatama Wisnu Morti ini mengaku sangat bangga dengan anak bungsunya tersebut.

Angga sapaan akrab pemuda kelahiran Semarang, 27 Januari 2003 ini mengidap disleksia. Disleksia sendiri adalah sebuah gangguan kesulitan dalam baca-tulis dan mengenal huruf.

Airlangga dan lukisan hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Airlangga dan lukisan hasil kreasinya. Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Namun, kekurangan tersebut tidak membatasi Angga untuk berkarya. Pemuda tampan ini menonjol di bidang seni, khususnya seni lukis.
“Enggak tahu kenapa suka lukis, tapi aku suka,” ucap Angga di sela-sela pameran lukisan beberapa waktu lalu.

Meski mengaku tak tahu alasan mengapa suka melukis, namun Angga merasa lebih senang melukis di tempat yang tenang dan terkadang sambil mendengarkan musik. Siswa kelas 6 SD Nasima ini pernah meraih juara dua dalam lomba melukis tingkat Kecamatan Semarang Barat.

Diakui Sri Purwanti, Angga memang berbeda dengan teman-temannya yang lain. Tetapi dukungan dari guru-guru di sekolah sangat membantu Angga di bidang akademik.

Hingga saat ini Angga masih menjalani terapi untuk melatih kemampuan berbicara dan membaca yang sudah diyakini sejak dirinya berusia dua tahun. Sri Purwanti tidak tahu sampai kapan terapi tersebut akan berlangsung. Tetapi menurutnya sampai kapan pun tidak masalah baginya karena memang hal tersebut perlu dilakukan.

Dia menekankan bahwa memiliki anak dengan kebutuhan khusus bukan hal yang harus ditutupi. “Jangan disembunyikan, harus dikenalkan agar orang lain mengenal dan menariknya dalam lingkungan dan bersosialisasi,” tegasnya.

Ia menambahkan dengan mengenalkan anak pada dunia luar maka akan kelihatan bakat yang dimiliki anak. Seperti Angga yang sudah menunjukkan bakatnya di dunia seni lukis. “Sekarang saya sudah tahu kemana arah yang harus dituju Angga,” pungkas Sri Purwanti. (yulikha elvitri)