Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Akreditasi Politeknik dan Universitas Harus Dibedakan Sejak Dini

Akreditasi Politeknik dan Universitas Harus Dibedakan Sejak Dini

image
Prof Agus Rubiyanto

SEMARANG – Akreditasi antara politeknik dengan universitas dalam sistem pendidikan di Indonesia harus dibedakan. Sebab, prinsip dua jalur pendidikan tersebut sudah berbeda, yaitu politeknik mengarah kepada skill profesional, sedangkan universitas mengarah pada keilmuan.

Hal itu dikemukakan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman Prof Agus Rubiyanto, di sela-sela kunjungannya ke Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin), akhir pekan kemarin. Menurutnya ada hal yang perlu dicontoh Indonesia dari negara-negara maju seperti di Jerman, salah satunya adalah sistem pendidikan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah persentase pelajaran perbandingannya adalah 60% untuk prektik dan 40% untuk teori. Menurut Agus, Jerman merupakan negara maju dengan jumlah sekolah vokasional yang lebih banyak dari pada sekolah umum. Sebanyak 2/3 siswa di Jerman lebih memilih untuk menuntut ilmu di sekolah Vokasional.

“Kualitas pendidikan tidak bisa di copy paste, sejak dini anak harus dididik long learning education. Pendidikan tidak serta merta diperoleh dengan instan, apalagi dengan metode gonta ganti kurikulum,” tutur Agus.

Menurut Agus, Polimarin mahasiswa Polimarim sebagai calon pelaut handal juga harus dibekali skill profesi dengan cara memperoleh pendidikan yang lebih banyak praktik ketimbang teori.

Sementara, Direktur Polimarin, Dra, Sri Tutie Rahayu, M.Sc menambahkan, guna meningkatkan kualitas para pengajar pihaknya juga mengirimkan beberapa dosen untuk mendapatkan pendidikan lanjutan ke luar negeri seperti di Swedia, Jerman dan juga kerjasama double degree di kalangan mahasiswa dengan ITS. (joe)