Home > METRO BERITA > Aktivis Semarang Unjuk Rasa Tuntut Pilkada Langsung

Aktivis Semarang Unjuk Rasa Tuntut Pilkada Langsung

image
Aksi Dukung Pilkada Langsung (foto: Metro)

SEMARANG – Para Aktivis di Kota Semarang yang tergabung dalam Koalisi Semarang Untuk Demokrasi, berunjuk rasa menuntut pemilihan kepala daerah tetap secara langsung oleh rakyat. Unjuk rasa dilakukan di Area Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (14/9) sejak pukul 06.00 hingga 09.00.

Mereka terdiri atas Satjipto Rahardjo Institute, BEM FH UNDIP, PMII Undip, PERMAHI DPC Semarang, dan Payung Diskursus. Selain berorasi, aksi juga disertai dengan berbagai hiburan, seperti pembacaan puisi, pentas teatrikal, dan menyebarkan rilis kepada para warga yang kebetulan sedang jalan sehat. Berbagai spanduk juga mereka bentangkan, di antaranya berbunyi “Rakyat Berhak Memilih Pemimpin yang baik. Tolak RUU Pilkada”.

Dalam spanduk itu ada foto beberapa kepala daerah hasil pemilihan kepala daerah langsung yang selama ini dikenal cukup baik, seperti Joko Widodo (bekas Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden terpilih 2014, Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Abdullah Azwar Anas (Banyuwangi), Arya Bima (Wali kota Bogor), dan Tri Rismaharani (Wali Kota Surabaya).
  
Pengunjuk rasa juga membentangkan kain berwarna putih. Mereka menyiapkan kain putih bagi warga untuk menandatangani petisi dukung pilkada langsung oleh rakyat. Ada ratusan tandatangan yang tercantum dalam kain tersebut.

Koordinator aksi, Muhtar Said, menilai pemilihan kepala daerah melalui DPRD yang digelontorkan Koalisi Merah Putih merupakan langkah mundur. “Tidak sesuai dengan sistem presidensil yang kita anut,” kata Said.

 
Said menambahkan para partai yang meminta pilkada melalui DPRD tidak konsisten dalam mengembangkan demokrasi di Indonesia. “Mereka lebih mementingkan kekuasaan semata,” katanya. (MS-08)