Home > METRO BERITA > METRO KAMPUS > Aktivis Terus Desak Pemerintah Beberkan Isi Dokumen TPF Munir

Aktivis Terus Desak Pemerintah Beberkan Isi Dokumen TPF Munir

METROSEMARANG.COM – Sejumlah aktivis lintas lembaga menggelar diskusi publik untuk mengurai benang kusut kasus pembunuhan aktivis Kontras, Munir Thalib, di Unika Soegijapranata, Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Jumat (11/11).

Diskusi Munir di Kampus Unika Soegijapranata, Jumat (11/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Diskusi Munir di Kampus Unika Soegijapranata, Jumat (11/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Aktivis dari Kontras, LBH Semarang dan beberapa dosen lokal lainnya mendesak pemerintah pusat segera mengumumkan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Munir yang saat ini terus menjadi bola panas di lingkaran pemerintahan Jokowi-JK.

Benny Danang Setiyanto, Dosen Hukum Internasional Unika Soegijapranata saat tampil dalam sesi diskusi tersebut mengatakan, kejahatan di balik kasus pembunuhan Munir harus dilawan bersama oleh segenap elemen rakyat Indonesia.

Sebab baginya pembunuhan Munir dilakukan sangat sistematis bahkan tergolong tindakan berbahaya bila dibiarkan berlarut larut.

“Kita harus melawan unsur-unsur yang berusaha mengaburkan kasus pembunuhan Munir. Kalau perlu, tepat saat hari lahir Munir pada awal Desember nanti kita kirimkan postcard kepada pemerintah yang berisi tuntutan untuk menuntaskan kasus tersebut,” kata Benny.

Sedangkan seorang aktivis Kontras menyatakan ada banyak pola yang dapat mengindikasikan kalau pembunuhan Munir dilakukan berencana oleh oknum-oknum tertentu.

Pihaknya melihat ada kejanggalan dalam komunikasi antara Munir dengan orang-orang yang tiba-tiba datang ke Kontras. Lalu, ada pula teror pengiriman paket misterius yang ditujukan ke rumah kerabat Munir.

“Beberapa sambungan telepon ada yang janggal, begitu pula dengan pola komunikasi yang dilakukan oknum tertentu yang tiba-tiba dilakukan intens hingga pengiriman paket misterius di rumah kerabatnya Munir. Kita harus ungkap banyak hal itu,” katanya.

Diskusi untuk mengurai benang kusut dalam kasus Munir kali ini dihadiri mahasiswa Unika dari lintas jurusan dan fakultas. Selain berdiskusi, mereka juga diajak menonton film Munir di Ruang Teater Thomas Aquinas Unika Soegijapranata selama 1,5 jam. (far)