Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Ini Alasan Bank Indonesia Tetap Edarkan Uang Logam Rp 100

Ini Alasan Bank Indonesia Tetap Edarkan Uang Logam Rp 100

METROSEMARANG.COM – Meskipun bagi sebagian orang, uang logam pecahan Rp 100 sudah jarang digunakan, Bank Indonesia tetap mengedarkannya untuk dijadikan alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Uang logam Rp 100 tetap dibutuhkan sebagai alat pembayaran. Foto: metrosemarang.com

Hal itu dikemukakan oleh Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jateng Divisi Sistem Pembayaran, F.X. Bambang Santoso menanggapi komentar beberapa orang yang menganggap nilai Rp 100 cenderung dinilai kecil untuk transaksi masyarakat kota.

“Memang kalau di kota besar masyarakat uang nominal Rp 100 masih digunakan untuk mengakomodir harga dari produsen yang tidak bulat. Masyarakat kota juga sudah menggunakan transaksi non tunai untuk pembayaran. Jadi penggunaan uang logam Rp 100 terbilang sedikit,” kata dia.

Namun jika di daerah, kata dia, uang logam Rp 100 dimungkinkan masih memiliki nilai yang besar. Dia mencontohkan beberapa barang atau makanan di daerah masih dihargai sekitar Rp 300 hingga Rp 500.

“Ini juga menghindari pengembalian belanja menggunakan permen. Kita di Indonesia yang alat transaksi jual belinya modern, yaitu menggunakan uang rupiah. Jika ditukar dengan barang, sama saja kembali ke zaman barter,” pungkasnya. (ade)