Home > METRO BERITA > Sosialita > Amalia Nurlitasari, Telanjur Cinta Tari Tradisional

Amalia Nurlitasari, Telanjur Cinta Tari Tradisional

MEMBANJIRNYA kebudayaan asing tak membuat Amalia Dwi Nurlitasari berpaling dari budaya lokal. Mahasiswi dari Jurusan D3 Hubungan Masyarakat FISIP Universitas Diponegoro (Undip) ini masih setia dengan tari tradisional yang sejak beberapa tahun terakhir dia tekuni.

Amalia Dwi Nurlitasari Foto: metrosemarang.com/dok pribadi
Amalia Dwi Nurlitasari
Foto: metrosemarang.com/dok pribadi

Perkembangan zaman modern yang semakin maju ini membuat sebagian remaja Indonesia lebih menyukai musik-musik dan tarian modern dari luar negeri terutama, modern dance asal Korea. Banyaknya remaja yang mencintai karya dari luar membuat turunnya tingkat kecintaan terhadap kebudayaan negeri ini khususnya pada musik dan tari tradisional.

Bagi Amel, sapaan Amalia, menari telah menjadi bagian hidupnya. Bersama teman-temannya, gadis kelahiran 9 Maret 1997 ini sering berlatih di Kampus FISIP Undip untuk melancarkan gerakan dar Tarian Lenggang Nyai asal Betawi dan juga Tari Saman dari Aceh.

“Menari tradisional merupakan kesukaan saya sejak masih duduk di bangku SMA hingga saat ini, karena dapat menggali potensi diri di bidang seni dan juga dapat meneruskan aset budaya yang ada kepada generasi penerus seperti saya,” tuturnya, belum lama ini.

Selain kuliah, gadis berparas ayu ini juga terlibat aktif dalam organisasi tari tradisional FISIP Undip guna membantu mahasiswi lainnya yang ingin ikut berlatih tari tradisional dan menyalurkan hobinya. Menurutnya tidak mudah mengajarkan tari tradisional kepada orang-orang yang baru memulai di dunia seni tari.

Tapi dengan sabar dan rasa yang senang, dia memberikan motivasi kepada mahasiswi yang ingin bergabung menari. “Saya tanamkan bahwa menari itu adalah hal yang mudah dan menyenangkan jika dilakukan dengan hati,” ujar bungsu dari dua bersaudara ini. (ade)