Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Ancam Polisikan Pedagang, Mantan Menwa Malah Dipenjara

Ancam Polisikan Pedagang, Mantan Menwa Malah Dipenjara

METROSEMARANG.COM – Seorang sarjana pendidikan nekat melakukan pemerasan terhadap seorang wanita penjual pakan ikan. Bahkan pelaku menakuti korban dengan senjata airsoft gun dan sejumlah kartu identitas.

Ilustrasi

Identitas pelaku adalah Suwardi (43) warga Genuksari RT 03 RW 01 Kecamatan Genuk Kota Semarang. Dalam aksinya, dia melibatkan tiga rekannya yakni Sumarsono (53) warga Wonodri Kopen RT 09 RW 04 Kecamatan Semarang Selatan, serta Eko Pamuji Raharjo (39), dan Jaty Beri (42) warga Genuksari Kecamatan Genuk.

Keempat pelaku melakukan pemerasan terhadap Istianah, seorang pedagang asal Desa Sidogemah RT 02 RW 03 Kecamatan Sayung. Selama ini, korban memang berdagang makanan kadaluarsa untuk dimanfaatkan sebagai pakan ikan.

Para pelaku meminta uang Rp 20 juta, jika tidak menuruti permintaan para pelaku akan melaporkan ke Polda Jateng terkait penjualan makanam kadaluarsa.

Korban pun menyanggupi dengan pembayaran dilakukan dua kali, yakni Rp 10 juta lebih dulu dibayarkan. Pelaku kembali meminta sisanya dengan mengundang korban di rumah makan Bates Pas, Sabtu (3/12). Korban yang diwakili oleh salah seorang kerabatnya menaruh curiga dengan para pelaku. Lantas, menelepon petugas kepolisian Polsek Sayung untuk memastikan identitas para pelaku.

“Karena ada kecurigaan adanya tindakan kriminal, maka para pelaku dibawa ke Mapolsek Sayung untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolres Demak, AKBP Beri Sutopo, Rabu (7/12).

Setelah dilakukan pemeriksaan, kata Kapolres, para pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan pemerasan. Modus yang digunakan dengan mengancam akan melapor ke Polda atas dalih korban telah menjual makanan kadaluarsa.

Selain para tersangka, petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, tiga buah handphone, satu karung makanan kadaluarsa, airsoft gun, dan sejumlah dokumen sertifikat termasuk sertifikat Menwa Unissula tertulis tahun 1995.

“Para tersangka dijerat pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal sembilan tahun penjara,” tegas dia.

Sementara Suwardi mengaku pernah menjadi anggota Menwa di Unissula saat masih berstatus mahasiswa. Dia merupakan alumnus jurusan Fakultas Pendidikan dengan gelar SPdi.

“Saya terpaksa karena butuh uang. Saya memang pernah jadi anggota Menwa di Unissula sekitar tahun 1995,” terangnya.(metrojateng.com/MJ-23)