Home > METRO BERITA > METRO SPORT > Andalkan Serangan Sayap, PSIS juga Jago Bikin Gol dari Bola Mati

Andalkan Serangan Sayap, PSIS juga Jago Bikin Gol dari Bola Mati

METROSEMARANG.COM – Kecepatan serangan sayap menjadi senjata utama PSIS hingga 10 pertandingan di Indonesia Soccer Championship (ISC) B. Tapi, Fauzan Fajri dkk juga kerap menghukum lawan-lawannya lewat skema set piece atau bola mati.

Anhar Latif (16) menjadi penentu kemenangan atas PPSM Magelang, Sabtu (27/8). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono
Anhar Latif (16) menjadi penentu kemenangan atas PPSM Magelang, Sabtu (27/8). Foto: metrosemarang.com/tri wuryono

PSIS sudah memastikan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup 4, meski fase reguler masih menyisakan dua pertandingan lagi. Total 17 gol dijaringkan anak asuh Eko Riyadi dari 10 laga yang sudah dilakoni, sekaligus menjadi tim paling produktif dibanding enam kontestan lain di grup yang sama.

Johan Yoga menjadi pemain paling subur dengan donasi tujuh gol dan Hari Nur yang mengoleksi satu gol lebih sedikit. Tapi, Hari merupakan penghasil umpan terbanyak dengan torehan empat assist, diikuti M Yunus dan Safrudin Tahar yang masing-masing mengoleksi tiga assist.

Menariknya, gol-gol yang dihasilkan pasukan Mahesa Jenar selalu diawali dari skema serangan sayap. Dengan mengusung formasi 4-2-3-1, head coach Eko Riyadi memang menjadikan kecepatan sayap-sayap PSIS untuk meneror pertahanan lawan. Apalagi, klub berlogo Tugu Muda ini punya winger cepat macam Hari Nur Yulianto, Dani Raharjanto maupun Jordan Foranda.

Namun, Eko ternyata juga sudah mengantisipasi jika amunisi sayapnya mejan. Skema set piece menjadi solusi saat penggawa Mahesa Jenar kesulitan menembus barikade pertahanan lawan. Terbukti, delapan atau separuh dari total gol PSIS berawal dari situasi bola mati. Rinciannya, tiga gol penalti, dua dari sepak pojok dan tiga dari tendangan bebas.

Dalam dua laga terakhir lawan PSIR Rembang dan PPSM Magelang, gol-gol PSIS juga lahir dari skema bola mati. “Kami memang membiasakan untuk melatih set piece, karena dari situasi seperti itu bisa menghasilkan peluang buat tim,” kata dia, Kamis (1/9).

Tapi, pelatih 48 tahun itu mengakui jika masih banyak pembenahan yang harus dilakukan untuk menyempurnakan formasi 4-2-3-1 yang diusungnya. Beberapa pemain baru juga bakal didatangkan untuk menambah kedalaman skuat sebelum bergulirnya babak 16 besar.

Setelah melepas Topas Pamungkas pada paruh kompetisi, Eko berharap bisa menambah pemain di pos bek sayap yang saat ini dihuni Safrudin Tahar, Fajar Bagus Bintoro dan Andriantono Ariza. “Posisi bek perlu ada penambahan pemain. Kemungkinan juga di pos gelandang. Tapi, kami masih akan melakukan evaluasi lagi dengan jajaran manajemen,” tukasnya.

Akhir pekan ini, PSIS bakal melawat ke Stadion Gelora Bumi Kartini untuk meladeni tuan rumah Persijap Jepara. Sepekan kemudian, Johan Yoga dkk akan menyambangi markas PPSM Sakti Magelang. (twy)

Statistik PSIS di ISC B

Gol

Johan Yoga (7), Hari Nur (6), Feri Ariawan (2), M Yunus (1), Anhar Latif (1)

Assist

Hari Nur (4) M Yunus (3) Safrudin Tahar (3) Johan Yoga (2) Fajar Bagus (1) Dani Raharjanto (1)