Home > METRO BERITA > Aneh, Dua Maling Ini Tak Kompak soal Hasil Curian

Aneh, Dua Maling Ini Tak Kompak soal Hasil Curian

Rekonstruksi pembunuhan Tan Tjoe Nio atau Ratnawati (86) di Jalan Kentangan Tengah No 76, Senin (9/2). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Rekonstruksi pembunuhan Tan Tjoe Nio atau Ratnawati (86) di Jalan Kentangan Tengah No 76, Senin (9/2). Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Petugas Polrestabes Semarang menggelar rekronstruksi pembunuhan Tan Tjoe Nio atau Ratnawati (86) di rumah korban Jalan Kentangan Tengah No 76, Kelurahan Jagalan, Semarang Tengah, Senin (9/2). Saat rekonstruksi berlangsung, dua tersangka, Suheri alias Gongtol (38) dan Kim Hay (36) alias Teguh alias Pendek, justru saling bantah terkait hasil curian berupa uang Rp 40 juta.

Saat kejadian, Suheri alias Gongtol keluar dari rumahnya yang berada di gang depan rumah korban. Ia kemudian mengajak Kim Hay yang tinggal di dekat rumahnya. Mereka berdua kemudian merencanakan aksi pencurian tersebut.

Suheri pun beraksi masuk ke dalam rumah, sedangkan Kim Hay menunggu di Masjid depan rumah korban. “Saya tunggu di Masjid. Saya tidur,” kata Kim Hay.

Di dalam rumah, Suheri menghabisi nyawa nenek yang tinggal sendirian itu dengan  membekapnya menggunakan sweater karena memergokinya. Menurut pengakuan Suheri, saat itu ia menggasak uang Rp 40 juta. “Saya ambil uang Rp 40 juta di atas kasur. Saya cuma dapat Rp 8 juta,” kata Suheri.

Tapi hal itu dibantah Kim Hay yang mengaku hanya diberi uang Rp 500 ribu oleh Suheri. “Saya tidak tahu dapat berapa, saya cuma dikasih Rp 500 ribu. Terus saya ke Salatiga beli burung buat dijual lagi. Saya tahunya dituduh bawa Rp 32 juta waktu di BAP,” tutur  Kim Hay.

Bahkan, Kim Hay juga mengaku mengetahui korban setelah membaca surat kabar. Selang beberapa hari Kim Hay menyerahkan diri ke polisi. Dalam rekonstruksi tersebut, puluhan petugas kepolisian terihat mengawal adegan demi adegan yang diperagakan kedua pelaku. (yas)