Aneh, Tak Ada Shelter BRT di Jalan Pahlawan

Shelter BRT belum juga dibangun di Jalan Pahlawan. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Shelter BRT belum juga dibangun di Jalan Pahlawan. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Sudah empat bulan lamanya Bus Rapid Transit (BRT) koridor III beroperasi. Koridor tersebut melalui rute perkantoran, yakni Jalan Pahlawan, Semarang. Namun sepanjang jalan tersebut tidak ada satupun shelter BRT ditemukan.

Menurut pakar transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, kondisi ini adalah sebuah ironi. Dia menjelaskan, lingkungan perkantoran seharusnya akan menjadi lebih baik jika dibangun shelter BRT untuk mendorong pegawai menggunakan transportasi umum ini.

“Dari informasi yang dihimpun, banyak di antara oknum pejabat-pejabat yang ada di Jalan Pahlawan yang tidak bersedia jika dibangun shelter di sana,” ungkapnya. Ditanya mengenai nama pejabat, Djoko enggan untuk menyebutkannya secara gamblang.

Anggapan bahwa transportasi umum adalah transportasi rakyat melarat diakuinya masih lekat untuk sebagian orang. Orang-orang kaya dianggap lebih berwibawa jika menggunakan mobil mewah pribadi.

“Padahal di negara lain pajabat berebut untuk dibangun halte di depan kantor mereka. Selain berhemat, penggunaan kendaraan umum juga bisa pemanfaatan lahan parkir untuk hal yang lebih berguna,” papar Djoko.

Dia menambahkan, penanaman stigma tentang transportasi umum harus segera diubah. “Transportasi umum bukan untuk warga melarat, tapi untuk warga terhormat,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.