Home > METRO BERITA > Anggota Kodim Salatiga Dibekuk Usai Nyolong Kerbau

Anggota Kodim Salatiga Dibekuk Usai Nyolong Kerbau

METROSEMARANG.COM – Sindikat pencurian hewan ternak berhasil diungkap petugas Unit Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polrestabes Semarang. Mereka meringkus komplotan pencurian hewan ternak yang salah satunya melibatkan pria berinisial T, yang menjadi anggota Kodim Salatiga.

Ilustrasi
Ilustrasi

Informasi yang dihimpun berbagai sumber, T kedapatan mencuri ternak bersama Jumain alias Liyok, warga Desa Banyumeneng RT 04/X Kelurahan Banyumeneng, Mranggen Demak.

Saat diburu polisi, Liyok terpaksa ditembak kaki kirinya lantaran sempat melawan. Namun sayangnya, seorang tersangka lainnya masih DPO. Identitasnya yang DPO ialah Mufid alias Andik Kemin, juga warga Banyumeneng.

Polisi akhirnya mengonfirmasi kalau komplotan maling ternak itu diringkus, Jumat (7/10) pukul 14.30 WIB. Penangkapan berdasarkan laporan warga per 2 Oktober 2015 dari Polsek Gunungpati.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menyatakan satu tentara Kodim Salatiga punya peran memimpin aksi pencurian ternak di beberapa daerah. T ini, kata Abiyoso juga menyewa mobil pikap lalu menjual dan membagi hasil curiannya dengan rekannya.

“Yang tentara sudah diserahkan ke Denpom Semarang,” kata Abiyoso.

Polisi kini masih memburu seorang DPO yang kabur saat pengerebekan. Polisi masih mengembangkan informasi dari Satreskrim Polrestabes Semarang.

Saat mencuri ternak, Abiyoso memapaparkan, ada pelaku yang naik motor dan pikap. Di lokasi target pencurian, beberapa hewan ternak dibawa kabur memakai pikap lalu dijual.

Saat penangkapan, polisi menyita sebilah celurit, pikap colt hitam, sebuah motor dan satu handphone serta seekor sapi dan buntut sapi.

Di lokasi lainnya, saat mencokok kelompok Jumain di Jalan Sigar Bencah, Tembalang Semarang, dengan hasil dua kerbau dan Jalan Raya Trangkil, Sukorejo Gunungpati mendapatkan tiga sapi.

Usai kasus ini terkuak, Komandan Denpom IV/3 Salatiga, Letkol (CPM) Gunawan Setiadi menyatakan, “Walaupun anggota TNI Salatiga, jika tertangkap di Semarang, yang menangani Denpom Semarang sesuai lokasi TKP,” tutupnya. (far)