Home > MUDIK 2014 > Angkutan Lebaran Tak Layak Jalan Harus Dikandangkan

Angkutan Lebaran Tak Layak Jalan Harus Dikandangkan

 

Petugas memeriksa kelayakan angkutan Lebaran di Terminal Induk Purwodadi. Foto Metro
Petugas memeriksa kelayakan angkutan Lebaran di Terminal Induk Purwodadi. Foto Metro

GROBOGAN – Dinas Perhubungan Informasi dan Komunkasi (Dishubinfokom) Kabupaten Grobogan mengambil tindakan tegas terhadap bus-bus yang diketahui tidak memenuhi persyaratan standar kelayakan beroperasi. Ironisnya, beberapa bus yang gagal melewati pemeriksaan tersebut justru sudah dinyatakan layak jalan oleh Dishub di wilayah lain.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan di Terminal Induk Purwodadi, Dishub bersama Polres setempat menemukan sejumlah bus yang masih menggunakan ban vulkanisir, baut tidak lengkap, lampu mati atau tidak dilengkapi kotak P3K.

“Bus yang tidak laik jalan, tidak boleh melanjutkan perjalanan atau mengangkut penumpang. Sedangkan yang laik jalan, langsung kami pasang stiker laik jalan di kaca depan sebelah kiri,” kata Kabid Lalin Angkutan Jalan Dishubinfokom Drs Nur Cholis didampingi Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Arianto Salkery.

Namun, dari bus yang diketahui tidak layak jalan tersebut, sebagian telah lolos pemeriksaan dari Dinas Perhubungan daerah lain. Dengan bukti terdapat stiker laik jalan yang dipasang di kaca depan sebelah kiri. Seperti salah satu bus jurusan Purwodadi-Solo, meski hasil pemeriksaan petugas tidak laik jalan karena tidak dilengkapi kotak P3K dan lampu sain mati, tapi di kaca depan sebelah kiri bus terpasang stiker laik jalan yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Solo.

“Sebelum kekurangan yang ada belum dilengkapi atau dibenahi, bus tersebut dilarang beroperasi. Sedangkan bus yang tidak dilengkapi surat-surat, langsung ditilang Lantas Polres Grobogan,” terang Nur Cholis.

Dia menambahkan, operasi bus angkutan Lebaran akan dilakukan setiap hari hingga H+7 Lebaran. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalulintas di jalan raya dan memberi rasa nyaman penumpang. Pasalnya, pada H-7 dan H+7 Lebaran, volume penumpang bertambah dan jalur yang dilewati cukup padat. (MS-16)