Home > METRO BERITA > METRO JATENG > Antisipasi ISIS, Polisi Sisir Perbatasan Kendal

Antisipasi ISIS, Polisi Sisir Perbatasan Kendal

Ilustrasi
Ilustrasi

KENDAL – Mengantisipasi masuk dan berkembangnya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Polres Kendal mulai aktif melakukan pemantauan. Utamanya di wilayah perbatasan Kendal yang dirasa rentan terhadap masuknya organisasi yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam di Indonesia itu.

Daerah Perbatasan tersebut di antaranya Sukorejo yang berbatasan langsung dengan wilayah Temanggung, Weleri dengan Batang dan Limbangan dengan Cangkiran Kota Semarang. “Kalau Kaliwungu-Mangkang, sepertinya kecil kemungkinan karena mayoritas organisasi yang berkembang di derah berjuluk Kota Santri itu adalah Nahdlatul Ulama (NU),” kata Kapolres Kendal, AKBP Haryyo Sugihartono, Kamis (7/8/2014).

Meski begitu, lanjut Kapolres, pemantauan di semua wilayah yang terdiri dari 20 kecamatan tersebut tetap menjadi perhatian. Hal itu untuk memastikan tidak adanya organisasi-organisasi yang dapat memecah belah persatuan berkembang di masyarakat.

Pemantauan dilakukan dengan melibatkan 20 polsek yang ada di Kendal untuk melakukan pengamatan terhadap aktivitas maupun organisasi-organisasi yang berkembang di masyarakat sekitarnya. “Pemantauan dilakukan dengan melibatkan seluruh babinkantibmas yang memang bersinggungan langsung dengan seluruh aktivitas yang ada di tengah masyarakat,” tuturnya.

Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap kegiatan organisasi kemasyarakatan (ormas) mayoritas saja, tapi juga kelompok minoritas . Sehingga jika memang dirasakan ada benih-benih penyimpangan dapat langsung dilakukan antisipasi sebelum berkembang. “Selain itu kami juga perintahkan seluruh anggota untuk melakukan safari Jumatan ke tiap-tiap masjid yang ada di wilayahnya untuk mengetahui kondisi umat Islam di daerah sekitar,” tambahnya.

Haryyo mengklaim, ISIS merupakan organisasi yang hanya mengajak anggotanya bukan kepada jalan Syariat Islam yang sesungguhnya. Melainkan hanya menjadikan Islam sebagai kedok untuk kepentingan tertentu yang dapat memecah belah persatuan. Sebab ISIS diduga hanya mengajak pada kekerasan.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika menemui atau mendengar adanya Ormas baru yang mengajarkan kekerasan pada anggotanya. Selain itu, ia meminta agar masyarakat jangan mudah terhasut akan iming-iming atau ajakan yang ujungnya hanya mengajak kekerasan.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kendal, Feri Bonay mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi benih-benih Ormas dalam garis keras yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami juga aktif melakukan komunikasi dengan Kepolisian dan TNI juga ormas-ormas yang ada di Kendal. Untuk mewaspadai ISIS tentunya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, harus melibatkan peran serta masyarakat,” katanya. (MS-05)