Home > METRO BERITA > Antisipasi Konflik Pilkada, Mendagri Segera Bentuk Forum Tingkat Kecamatan

Antisipasi Konflik Pilkada, Mendagri Segera Bentuk Forum Tingkat Kecamatan

Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (15/10). Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Mendagri Tjahjo Kumolo (kiri) usai menghadiri acara Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip), Kamis (15/10). Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo segera membentuk forum pimpinan daerah di tingkat kecamatan. Hal itu dilakukan mengantisipasi munculnya konflik sosial saat pelaksanaan Pilkada serentak Desember 2015 mendatang.

Dia mengatakan, Kapolri sudah memanggil semua Kapolres. Begitu juga TNI. “Tanggal 4 atau 5 November Presiden RI akan kumpulkan semua bupati, camat, Kapolres dan Dandim,” katanya usai mengikuti upacara Dies Natalis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ke-58, Kamis (15/10).

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, antara camat, kapolsek, danramil, tokoh masyarakat dan agama harus dilibatkan untuk pengamanan. Dia meminta agar pencermatan dini di kecamatan harus diperkuat.

“Saya pengalaman sebagai anggiota DPR. Manipulasi suara seperti menambah angka nol, 1 menjadi 4.  Menginapnya kotak suara itu di kecamatan. Deteksi dini harus cepat,” katanya.

Dia berharap, jangan sampai kejadian di Tolikara, Aceh dan Ambon terulang. “Kami kesulitan mendeteksi Pilkada akan ada potensi konflik.  Ada sebanyak 269 daerah itu hampir separuh negara ini. Kalau meledak bisa hancur negeri ini,” katanya.

Tjahjo optimistis Pilkada serentak akan tetap berlangsung. Pilkada hanya bisa diundur kalau ada bencana alam atau konflik sosial tinggi.

Terkait keterlibatan oknum PNS dalam politik, Mendagri Tjahjo akan menindak tegas.  Jumat besok, Kemendagri secara resmi menandatangani MoU antara Mendagri, Menpan dan Panwaslu terkait netralitas PNS. “Kalau ada PNS secara terang-terangan terlibat politik akan kami pecat. Karena mencederai demokrasi. Termasuk satpol PP,” katanya. (arf)