Home > MUDIK 2014 > Antisipasi Lonjakan Penumpang, PT KAI Tambah Gerbong Kaligung Mas

Antisipasi Lonjakan Penumpang, PT KAI Tambah Gerbong Kaligung Mas

PT KAI menambah satu gerbong untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Lebaran. Foto Metro
PT KAI menambah satu gerbong untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Lebaran. Foto Metro

SEMARANG – Pasca terputusnya jembatan Comal, Jumat (18/7/2014) dinihari mengakibatkan peningkatan jumlah pengguna transportasi kereta api. Alasannya, masyarakat tak ingin terjebak kemacetan, meskipun saat ini sudah disiapkan jalur alternatif yang bisa ditempuh. Sebagai antisipasi lonjakan penumpang kereta api, PT KAI menambah gerbong khususnya untuk kereta lokal.

Kepala Humas KAI Daop IV Semarang, Suprapto mengatakan, pascapenutupan Jembatan Comal, rata-rata penumpang KA jurusan Tegal-Semarang per hari mencapai 3.500 penumpang. Jumlah itu meningkat dari sebelum kejadian Comal yang per hari hanya 2.000 penumpang. “Kenaikan sebanyak 1.500 penumpang seharinya. Dengan korelasi 4 kali pemberangkatan, ” ujarnya.

Menurut Suprapto, penumpang kereta jurusan Tegal-Semarang meningkat drastis sejak jalur mudik di Pemalang putus total. Sedangkan untuk kereta lokal Kamandaka jurusan Purwokerto-Semarang Poncol sudah terisi penuh pada H-8 Lebaran ini. Sehingga, tidak mungkin dipenuhi lagi dengan penumpang yang beralih akibat putusnya jalur pantura Pekalongan-Pemalang.

Suprapto menambahkan, PT KAI sudah melakukan penambahan satu gerbong KA untuk mengatasi penambahan jumlah penumpang seiring belum selesainya perbaikan jembatan Comal, Pemalang. Untuk KA Kaligung Mas biasanya disediakan lima gerbong saja.

“Sekarang jadi enam gerbong untuk ekonomi AC. Mudah-mudahan bisa mengangkut penumpang yang berpindah ke KA jurusan Tegal-Semarang, ” imbuh dia.

Kendati demikian, Suprapto mengimbau agar masyarakat bisa memesan tiket KA jauh-jauh hari sebelumnya. Hal itu untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang khusus KA lokal ini.

“Takutnya nanti habis karena kapasitas kita juga terbatas. Layanan 100 persen okupansi, ” beber Suprapto. (MS-08)