Home > METRO BERITA > Apa Kabar Deklarasi Damai Pelajar Semarang?

Apa Kabar Deklarasi Damai Pelajar Semarang?

METROSEMARANG.COM – Tawuran antar-pelajar yang terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir, bukan saja mencederai dunia pendidikan di Kota Semarang. Aksi brutal tersebut juga menjadi noda deklarasi damai pelajar yang pernah mereka ikrarkan di awal tahun ini.

Deklarasi damai anti tawuran pelajar se-Kota Semarang, Kamis (21/1). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Deklarasi damai anti tawuran pelajar se-Kota Semarang, Kamis (21/1). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Kamis, 21 Januari 2016 menjadi momentum bersejarah bagi para pelajar di Kota Semarang. Saat itu, sedikitnya 1.200 siswa siswi tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Semarang mengikuti apel deklarasi damai dalam rangka meniadakan tawuran antar pelajar di Kota Semarang. Mereka berasal dari 187 sekolah di Kota Lumpia. Tak ketinggalan, kepala sekolah dan perwakilan guru juga dilibatkan dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Mapolrestabes Semarang.

Deklarasi damai pelajar se-Kota Semarang tersebut diharapkan menjadi tonggak awal terciptanya suasana belajar mengajar tanpa dibumbui tawuran antar-pelajar. Jajaran Muspida Kota Semarang pun ikut ambil bagian dalam momentum bersejarah tersebut. Kapolrestabes Semarang saat itu, Kombes Burhanudin, Dandim 0733/BS Semarang Letkol Kav Puji Setiono juga ikut berpartisipasi bersama pelajar menggoreskan tanda tangan sebagai simbol perdamaian di Kota Semarang.

Tapi, hanya berjarak sekitar 10 bulan kemudian, tawuran kembali terulang. Anak-anak SD hingga mahasiswa menjadi aktornya. Jumat (25/11) sore, puluhan pelajar SMK terlibat keributan di kawasan Taman Menteri Supeno (Taman KB), bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.

Tanda tangan pelajar, elemen pendidikan dan Muspida menjadi simbol perdamaian di Kota Semarang.
Tanda tangan pelajar, elemen pendidikan dan Muspida menjadi simbol perdamaian di Kota Semarang.

Kepala sekolah SMKN 4, Felik Yuniarto mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Dia membenarkan jika beberapa siswanya memang terlibat. Tapi bukan siswanya yang memulai, karena anak didiknya justru diserang segerombolan anak bermotor begitu keluar dari sekolah.

“Kemarin sore sekitar jam 14.45 saat anak-anak keluar dari sekolah sehabis tes semester di depan sekolah diserang anak anak bermotor dengan membawa senjata gir yang diputer-puter,” terang Felik saat dikonfirmasi, Sabtu (26/11) pagi.

Dia sangat menyesalkan peristiwa tersebut. Terlebih lagi siswa SMKN 4 baru saja selesai mengikuti tes semester ganjil. “Saat itu anak-anak pas baru saja  keluar halaman sekolah, saat pulang (siswa) yang depan yang kena karena tidak tahu kalau akan diserang, tapi di belakangnya (Siswa yang terkena serangan) anak-anak kan terus pada keluar karena bertepatan pulang tes bareng,” imbuhnya.

Akibat serangan tersebut, beberapa anak ada yang terluka. Melihat temannya terluka siswa yang juga baru keluar akhirnya turut mengejar penyerang. Felik menambahkan, para guru langsung berusaha menangani dengan menahan agar siswa yang belum keluar kelas untuk tidak pulang dulu.

Pihaknya juga langsung mengontak aparat keamanan. Saat aparat datang, beberapa anak masih bergerombol di Taman KB dan kemudian dibubarkan datang dan sebagian diamankan. “Kami juga sudah mengobati anak yang terluka,” tutup Felik. (vit)