Home > METRO BERITA > Apindo Semarang Keberatan Penetapan UMK Rp 2,1 Juta

Apindo Semarang Keberatan Penetapan UMK Rp 2,1 Juta

METROSEMARANG.COM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Semarang menyayangkan penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang tahun 2017 sebesar Rp 2,125 juta. Penetapan upah itu dinilai tidak sesuai dengan peraturan yang ada.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi
Foto: metrosemarang.com/dok

“Penetapan upah tahun 2017 itu tidak sesuai harapan. PP Nomor 78 Tahun
2015 yang harusnya sebagai pertimbangan tidak dipakai,” kata Ketua
Apindo Kota Semarang, Dedy Mulyadi, Selasa (22/11), menanggapi penetapan UMK 2017 di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah oleh Gubernur.

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 seharusnya
kenaikan UMK 2017 maksimal hanya 8,25% dari upah tahun ini yang
sebesar Rp 1,9 juta. Sementara dengan keputusan gubernur menaikkan upah
menjadi Rp 2,125 juta berarti kenaikannya mencapai 11,3%.

Dia menyayangkan pemerintah yang seharusnya memberi contoh taat peraturan justru sebaliknya mengabaikannya. Dedy Mulyadi mengaku keberatan atas penetapan upah baru ini dan akan dibahas di internal organisasi Apindo untuk menentukan sikap.

Harapannya para pengusaha di Semarang bisa menyikapi hal ini dengan
baik. “Untuk masalah keberatan akan dibicarakan pada internal organisasi,” tegasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menandatangani
penetapan UMK 2017 untuk 35 daerah di Jawa Tengah. Surat Keputusan
Gubernur bernomor 560/50 Tahun 2016 tertanggal 21 November 2016. Untuk
Kota Semarang nominal UMK 2017 yaitu Rp 2,125 juta. (duh)

Tinggalkan Balasan