Home > METRO BERITA > Arief Kusuma, Terbiasa Lebaran di Balik Kemudi Kereta

Arief Kusuma, Terbiasa Lebaran di Balik Kemudi Kereta

Arief (kanan) saat menjalani tes kesehatan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Arief (kanan) saat menjalani tes kesehatan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Bagi umat Muslim, perayaan Idul Fitri merupakan momentum spesial usai menjalankan berpuasa sebulan penuh. Meski begitu, sebagian orang harus berlebaran jauh dari keluarganya karena bekerja di luar kota, tak terkecuali bagi Arief Tri Kusuma. Arief berujar, pekerjaannya sebagai masinis kereta api (KA) jarak jauh membuatnya tak bisa berkumpul dengan keluarga besar saat Lebaran tiba.

“Sudah dua kali ini berlebaran di dalam kereta,” kata pria lulusan SMK Rajasa Surabaya ini, kepada metrosemarang.com, usai cek kesehatan di Stasiun Tawang, Senin (20/7).

Saat itu, perasaannya campur aduk tatkala menghabiskan malam takbiran di dalam kereta. Apalagi, sanak keluarganya sudah menunggunya di rumah. “Saat Lebaran, saya sedang bawa kereta Surabaya. Mau ngga mau, malamnya saya takbiran di kereta. Yang penting, saya bisa bertugas dengan selamat hingga ke tempat tujuan,” ujar lelaki berusia 26 tahun ini.

Arief mengaku bersyukur keluarganya memaklumi pekerjaanya terutama saat ia sulit berkomunikasi dengan sang istri karena ada larangan membawa ponsel saat bertugas. “Karena dinas ke luar kota jadi ngga sempat Salat Id. Untungnya, istri saya paham dengan kondisi saya,” urainya.

Arief merupakan masinis KA Argo Bromo Anggrek Jurusan Semarang-Surabaya PP. Sore ini (kemarin) ia berangkat pukul 15.06 WIB. Saat Lebaran tiba, ia kebetulan sedang membawa kereta barang menuju Stasiun Kalimas Surabaya.

Ia mengawali pekerjaannya sebagai masinis dengan mengikuti diklat mulai 2008 silam hingga empat tahun kemudian. Selepas pendidikan, ia dipercaya menjadi asisten masinis lalu naik pangkat jadi masinis tahun 2012.

“Agar bisa ngumpul (bersama keluarga), saya biasanya meluangkan waktu pagi dan siang pulang ke rumah kemudian sorenya baru kerja lagi,” terangnya, sembari menambahkan bila ia hanya bisa pulang dua hari ke Surabaya dan sisanya dihabiskan menjadi masinis KA jarak jauh. (far)

Yuk, Berbagi Informasi

Bagikan Artikel Ini. Klik ikon di bawah.
close-link