Home > METRO BERITA > Arus Balik, Sopir Truk Harus Beri Ruang Gerak bagi Pemudik

Arus Balik, Sopir Truk Harus Beri Ruang Gerak bagi Pemudik

METROSEMARANG.COM – Para sopir truk diminta memberikan ruang gerak yang memadai bagi para pemudik yang akan bertolak kembali ke Jakarta saat momentum arus balik berlangsung mulai hari ini, Rabu (28/6). Hal tersebut perlu dilakukan mengingat pada 29 Juni besok sopir truk akan mulai beroperasi kembali.

Ilustrasi Foto: metrosemarang.com/dok

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova mengatakan pemberian ruang gerak tersebut perlu dimanfaatkan oleh pemudik karena saat arus balik kepadatan di ruas jalan tol diperkirakan akan meningkat.

Selain itu, kata Djarod, adanya operasional kendaraan berat di jalan-jalan utama, maka secara tidak langsung bakal menghambat perjalanan para pemudik yang kembali ke Ibukota Jakarta.

“Karena itu kami mengimbau kepada para pengemudi kendaraan berat baik truk tronton maupun bus sebaiknya memberikan ruang gerak 8 meter agar kendaraan kecil bisa mendahului dengan aman. Ini diharapkanĀ  dengan sangat biar mereka mentaati aturan berkendara di jalan raya,” ungkap Djarod saat dihubungi wartawan.

Ia pun menyarankan kepada sopir kendaraan berat yang kecepatannya tinggi agar berjalan di lajur kiri jalan raya. Jika tidak digubris, ia menegaskan kendaraan yang bersangkutan akan dihentikan paksa. “Kemudian dimasukan rest area. Baru boleh jalan kalau arus lalu lintasnya kembali lancar,” paparnya.

Dengan kata lain, keselamatan para pemudik yang kembali ke tanah rantaunya bisa terjamin dengan baik.

Upaya mengurai kepadatan arus balik juga dilakukan di ruas jalan tol. Ia memastikan ruas Tol Salatiga-Bawen kini dapat digunakan dengan maksimal.

Pihaknya sudah melakukan berbagai langkah supaya volume kendaraan dari jalur Pantura dan jalan utama yang masuk ke Tol Salatiga tidak terlalu berat.

Di Tol Kaliangsa-Gringsing, aparat kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengubah alur kendaraan dari semula dari Brexit menuju Batang, saat arus balik dirubah menjadi dari Batang menuju Brexit.

“Gringsing-Kaligangsa akan dibalik menuju Brexit,” tuturnya. Adapun jumlah kendaraan yang melintas selama puncak mudik Lebaran kemarin naik pesat mencapai 270 ribu. Kebanyakan didominasi pemudik motor. (far)