Home > METRO BERITA > METRO BISNIS > Aset Tabungan Raib, Bank Jateng Digugat Nasabah Puluhan Miliar

Aset Tabungan Raib, Bank Jateng Digugat Nasabah Puluhan Miliar

METROSEMARANG.COM – Imbas dari raibnya aset tabungan milik nasabahnya, Satya Laksana membuat pihak PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jateng langsung digugat senilai Rp 22 miliar. Hal tersebut terungkap dalam fakta persidangan di Pengadilan Negeri Semarang, pada Rabu (25/1).

Ilustrasi

Seorang kuasa hukum penggugat Kahar Mualamsyah menuding Bank Jateng melakukan perbuatan melawan hukum. Ini mengakibatkan para nasabahnya mengalami kerugian sangat besar.

“Seorang tidak saja bertanggungjawab untuk kerugian yang disebabkan oleh perbuatannya sendiri, juga untuk kerugian yang disebabkan oleh perbuatannya orang-orang yang menjadi tanggungannya. Artinya, Bank Jateng sebagai institusi harus mengembalikan uang tabungan nasabah yang hilang,” tegasnya.

Ia pun mendesak kepada pihak bank agar bersedia menjamin dana masyarakat yang telanjur raib tersebut. Bukan malah sebaliknya dengan mengalihkan tanggungjawabnya kepada Teguh Wahyu Pramono, sebagai mantan Kepala Bank Jateng Unit Usaha Syariah (UUS) Cabang Surakarta saat itu. Dalam kasus ini, pihak nasabah juga menggugat Teguh sebagai tergugat II.

“Secara institusi yang bertanggungjawab adalah lembaganya. Bukan, karyawannya,” paparnya. Di muka sidang, ia pun mengajukan gugatan kepada Bank Jateng sesuai kerugian materiil senilai Rp 22 miliar.

Menanggapi gugatan tersebut, penasihat hukum tergugat II, Muhammad Dasuki mnegatakan gugatan tersebut salah alamat. Ia menambahkan kliennya memang bersalah dan telah bertanggungjawab menjalani kurungan pidana selama 7 tahun dan membayar denda. Hal itu karena sebagai kepala Bank Jateng telah menyalahgunakan jabatan dan wewenang untuk memperkaya orang lain.

“Kita telah menjalani putusan pidana sebagai pertanggungjawaban mengalihkan uang nasabah. Jadi, tidak ada hubungan keperdataan dengan kami, atau subjek hukumnya adalah Bank Jateng. Bukan kita yang digugat,” tukasnya.

Gugatan yang tercatat pada nomor register 407/Pdt.G/ 2016/PN.Smg tersebut dilayangkan atas perkara pemindahbukuan uang nasabah ke rekening lain tanpa sepengetahuan nasabah. Uang milik Satya dipindahbukukan oleh tergugat II yakni Teguh senilai Rp 6 miliar. Penggugat sudah berupaya meminta kepada tergugat I dan II untuk mengembalikan uang yang hilang itu. Namun karena tidak ada itikad baik, gugatan perbuatan melawan hukum diajukan. (far)